ISLAMABAD-Pakistan berupaya maksimal untuk membantu membawa Amerika Serikat (AS) dan Iran ke meja perundingan serta memajukan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Pakistan di Islamabad pada Rabu (12/8).
Berbicara dalam konfePerang AS-Iran, Pakistan Janji Fasilitasi Perensi pers mingguan, Jubir Kemenlu Pakistan Tahir Andrabi menyampaikan bahwa Pakistan terus menjalin komunikasi dengan “negara-negara sahabat” dalam upaya tulus untuk membantu menyelesaikan krisis tersebut melalui dialog dan diplomasi.
“Pakistan tetap berharap akan perdamaian,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa AS dan Iran telah menggelar pembicaraan menyusul eskalasi ketegangan yang terjadi.
Pakistan tidak merasa berkecil hati dengan meningkatnya ketegangan maupun terlalu optimistis saat situasi membaik, kata Andrabi, seraya menegaskan bahwa Islamabad akan terus melanjutkan upayanya untuk mempromosikan perdamaian terlepas dari berbagai tantangan yang terus dihadapi.
Jubir tersebut menyampaikan bahwa Pakistan akan terus menangkal berbagai upaya dari para “perusak” melalui saluran langsung maupun tidak langsung demi memastikan keberlanjutan dialog konstruktif yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai isu yang belum terselesaikan.
Dia juga menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi saat ini sedang melakukan kunjungan ke Iran, yang dalam kesempatan itu dirinya telah menggelar diskusi dengan jajaran kepemimpinan Iran mengenai upaya perdamaian dan hubungan bilateral. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta














