Nolak Kehadiran Atlet Israel Indonesia Disanksi!? HNW : Lawan, IOC Tidak Fair

Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., demi keadilan dan sportivitas, menyarankan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk maksimal memperjuangkan hak Indonesia sehingga tidak dijatuhi sanksi tendensius dan tidak fair oleh IOC. Ia mendorong agar Menpora mengajukan banding ke CAS (Court of Arbitration for Sport) atau Mahkamah Arbitrase Olahraga atas keputusan International Olympic Committee (IOC), agar Indonesia tidak dilarang menjadi tuan rumah event olahraga internasional hanya karena tidak menerbitkan visa bagi atlet Israel dalam kejuaraan senam dunia beberapa waktu lalu.

“Memaksimalkan usaha bela hak Indonesia dengan mengajukan banding atas keputusan IOC yang tidak adil tersebut ke CAS perlu dipertimbangkan, sebagai langkah terakhir apabila diplomasi yang sedang diupayakan pihak Kemenpora menemui jalan buntu,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (27/10).

HNW, sapaan akrabnya, menghormati langkah Menpora Erick Thohir yang saat ini sedang berupaya melakukan diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca Juga:  1 Agustus, TPST Bantargebang Pakai Sistem Controlled Lanfill

“Upaya ini juga patut kita hormati sebagai langkah untuk membela hak Indonesia dengan menjelaskan posisi konstitusional Indonesia dalam menolak segala bentuk penjajahan, apalagi dibarengi dengan genosida dan kejahatan kemanusiaan sebagaimana dilakukan Israel terhadap Gaza/Palestina. Sikap Indonesia itu memiliki dasar hukum internasional yang kuat, termasuk mempertimbangkan keamanan publik apabila atlet Israel diperbolehkan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

HNW menambahkan, “Pertimbangan keamanan publik juga menjadi dasar Italia dan Belgia menolak keikutsertaan atlet Israel bertanding di sana, dan ternyata IOC tidak menjatuhkan sanksi terhadap Italia maupun Belgia.”

Lebih lanjut, HNW mengatakan ada banyak resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta advisory opinion dan putusan sela Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang menyatakan Israel melanggar hukum internasional di Palestina.

“Negara anggota PBB seperti Indonesia juga diperintahkan oleh ICJ untuk bertindak agar pelanggaran tersebut bisa dihentikan. Salah satunya bisa diterjemahkan dengan memboikot Israel,” tuturnya.

HNW menjelaskan bahwa langkah tegas Indonesia ini bukan mencampurkan olahraga dengan politik sebagaimana dituduhkan oleh IOC, melainkan mengaitkan olahraga dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair

“Yang dilakukan Indonesia juga bukan hal pertama. Dahulu, Afrika Selatan oleh IOC dilarang mengikuti Olimpiade dari tahun 1964 hingga 1992 karena kebijakan apartheid. Saat ini Israel juga dinyatakan telah melakukan kebijakan apartheid oleh Amnesty International, Human Rights Watch, Kongres Nasional Negara-Negara Afrika, bahkan dua lembaga HAM di Israel yaitu B’Tselem dan Yesh Din,” ujarnya.

“Bahkan oleh ICJ, Israel divonis telah melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan serta pendudukan ilegal. ICC juga mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pimpinan Israel seperti PM Benjamin Netanyahu. Israel juga telah melakukan kejahatan terhadap para olahragawan Palestina, lebih dari 800 atlet Palestina tewas dibunuh Israel. Hal-hal seperti itu tidak terjadi pada Afrika Selatan, namun IOC menjatuhkan sanksi kepada Afrika Selatan. Demi keadilan dan sportivitas, IOC seharusnya menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada Israel, bukan malah menghukum Indonesia,” tegasnya.


Penulis : Desty


Editor : Rudi


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka
Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China
Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia
Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka
Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?
Inspiratif: Pabrik Tua Jadi Cuan
KKN Transformatif UIN RIL Dilepas, Ikut Membenahi Bandar Lampung
Pabowo Bisa Jadi Juru Damai di Semenanjung Korea

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:52 WIB

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Berita Terbaru

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships

#indonesiaswasembada

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka

Minggu, 2 Agu 2026 - 21:52 WIB


Badri Munir Sukoco (depan, kedua dari kiri), sekretaris jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (RI), dan para pejabat serta hadirin lainnya berfoto bersama dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2026 di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xin)

#indonesiaswasembada

Indonesia Usulkan Belajar AI ke Negeri China

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:36 WIB

#indonesiaswasembada

Komunitas Pemuda China-ASEAN 2026 Ruang Dialog Diplomat Indonesia

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:30 WIB

Bom Moscow 3 Tewas [Ins]

#indonesiaswasembada

Ledakan di Restoran Moskow, 3 Tewas dan 21 Luka-luka

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:47 WIB

Trump Hentikan Serangan

#indonesiaswasembada

Trump Tunda Serangan, Katanya Permintaan Iran?

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:29 WIB