Ning Chusnunia: Pariwisata Harus Sustainable Tourism 

Minggu, 24 Mei 2026 | 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ning Chusnunia

Ning Chusnunia

WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pariwisata berkelanjutan. Hal tetsebut disampaikannya saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dengan jajaran Kemenpar, Pemda Kabupaten klaten serta manajemen Taman Wisata Candi (TWC) Klaten, Jawa Tengah (22/5/2026).

Chusnunia menerangkan bahwa Komisi VII DPR ke klaten merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap pengembangan sektor pariwisata nasional, khususnya di destinasi heritage unggulan yang memiliki nilai strategis baik bagi Indonesia maupun dunia internasional.

Baca Juga:  60 Ribu Mahasiswa/i Lolos SNBP tak Daftar Ulang, Ada Apa?

Chusnunia menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga kelestarian budaya bangsa.

“Pengembangan pariwisata harus diarahkan pada konsep sustainable tourism yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Ning Chusnunia-Politisi PKB asal Dapil Lampung II ini.

Menurutnya, penerapan konsep tersebut menjadi sangat penting bagi kawasan seperti Candi Prambanan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekologis tinggi. “Pengelolaan kawasan harus mampu menjaga kelestarian cagar budaya, mengendalikan dampak lingkungan, mengatur daya dukung kawasan (carrying capacity), serta mengurangi sampah wisata,” terangnya.

Baca Juga:  Di Bogor, 33 Perusahaan Gunakan Kawasan Hutan tak Berizin

Selain itu, Chusnunia juga menambahkan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal secara inklusif agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara luas.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong pengembangan destinasi wisata heritage yang berkualitas dan berdaya saing global,” jelasnya.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi
Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas
Naik Damri Menuju Tiongkok
Kadis Kominfo Tanggamus Teken Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN, Tanggamus Jadi Pemanfaat TTE Tertinggi dari 21 Daerah
Wabup Tanggamus Pimpin Penertiban Pasar Gisting, Pedagang Hamparan Mulai Tertib Masuk Area Pasar
Batin Wulan Ikuti Puncak HUT Ke-46 Dekranas, Dekranasda Lampung Pamerkan Produk Unggulan
Krisis Daftar Ulang Calon Mahasiswa Baru: Bukti Lemahnya Tata Kelola Kementerian Pendidikan
Ketum JMSI: Jurnalisme Bukan Sekadar “Pemadam Kebakaran”

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:53 WIB

Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:49 WIB

Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:54 WIB

Naik Damri Menuju Tiongkok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:39 WIB

Kadis Kominfo Tanggamus Teken Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN, Tanggamus Jadi Pemanfaat TTE Tertinggi dari 21 Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:37 WIB

Wabup Tanggamus Pimpin Penertiban Pasar Gisting, Pedagang Hamparan Mulai Tertib Masuk Area Pasar

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Naik Damri Menuju Tiongkok

Sabtu, 11 Jul 2026 - 14:54 WIB