Jihan: Lampung Mantapkan Daya Tarik Investasi dan Hilirisasi

Rabu, 8 Juli 2026 | 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Lampung saat menerima kunjungan Pemkab Malang [DE]

Wagub Lampung saat menerima kunjungan Pemkab Malang [DE]

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi antardaerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan investasi, kawasan industri, dan hilirisasi komoditas unggulan. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Lampung saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (8/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Jihan memaparkan berbagai potensi strategis yang dimiliki Provinsi Lampung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa posisi Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera menjadi keunggulan tersendiri dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor industri.

Lampung memiliki jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan lebih dari 68 persen berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Jihan juga mengungkapkan bahwa perekonomian Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen, tertinggi di Pulau Sumatera. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi kekuatan utama daerah, dengan komoditas unggulan seperti ubi kayu, nanas, kopi robusta, gula, jagung, pisang, serta sektor peternakan.

Untuk mendukung masuknya investasi, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas lebih dari 22 ribu hektare yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.

Baca Juga:  Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza

Kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur yang memadai, mulai dari Jalan Tol Trans Sumatra, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, hingga jaringan perkeretaapian.

Meski memiliki potensi besar, Jihan menilai tantangan yang dihadapi saat ini adalah memperkuat hilirisasi komoditas unggulan agar hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu saya berharap kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang ini dapat menjadi inisiasi yang baik bagi kita untuk berkolaborasi ke depan. Terkait kawasan industri, saat ini kita memang sama-sama sedang melakukan penjajakan dan pengembangan perencanaan. Meski demikian, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menjajaki kolaborasi di bidang-bidang lainnya,” ujar Jihan.

Sementara itu, Bupati Malang, H. M. Sanusi, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Lampung. Menurutnya, Lampung telah berhasil mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan sistem logistik dan pelabuhan, sehingga dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Malang dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

Sanusi menjelaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan. Pada tahun 2025, Kabupaten Malang mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp150,23 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92 persen.

Ia juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan melalui skema investasi dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di antaranya pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen, pengembangan RSUD Kanjuruhan, pembangunan Alun-Alun Kepanjen, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, revitalisasi Pasar Lawang, pembangunan Bromo Vulkanologi Park, hingga proyek Sky Train untuk mendukung sektor pariwisata.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Malang sepakat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, percepatan hilirisasi komoditas unggulan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Adkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ketika Mencari Nafkah Kian Berat
BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3
Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro
Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Ketika Mencari Nafkah Kian Berat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Berita Terbaru

Berita Utama

Ketika Mencari Nafkah Kian Berat

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:28 WIB

Berita Utama

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:40 WIB

Berita Utama

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:55 WIB

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB