Merdeka Belajar dan Penguatan Literasi

Senin, 20 Juni 2022 | 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Irkhamna, Guru PAI SMK Negeri 1 Seputih Agung Lampung Tengah

Laporan : Fath

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melakukan berbagai terobosan kebijakan, salah satunya adalah dengan program merdeka belajar. Program ini juga sebagai respons terhadap pesatnya kemajuan teknologi yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada sektor pendidikan, baik pengaruh positif maupun negatif. Merdeka belajar adalah konsep pengembangan pendidikan dengan peran seluruh pemangku kepentingan sebagai agen perubahan.

Program ini sebenarnya sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menegaskan bahwa pendidikan adalah serangkaian proses untuk memanusiakan manusia. Oleh karenanya pendidikan perlu didasarkan pada asas kemerdekaan yang tetap mengacu pada penguatan nilai-nilai pelestarian budaya lokal yang menjunjung tinggi kesetaraan.

Tujuan dari merdeka belajar yang sudah diluncurkan antara lain untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa dalam mengeksplorasi minat dan bakat masing-masing, sehingga dapat memilih jalur pendidikan yang sesuai. Hal ini akan menumbuhkan semangat belajar dan mendorong kemajuan bangsa. Sedangkan untuk jangka panjang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi pelajar maupun mahasiswa agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa depan memiliki integritas, kecerdasan, dan keterampilan yang unggul.

Merdeka belajar sejatinya ingin memberikan kemerdekaan bagi sekolah, termasuk di dalamnya para guru untuk menginterpretasi kurikulum nasional agar berfokus pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Jika dilihat, merdeka belajar merupakan terobosan inovatif yang perlu diimplementasikan dan terus dilanjutkan saat kondisi apapun, baik saat pandemi maupun pasca pandemi nantinya. Karena, program ini diorientasikan agar sistem belajar menjadi lebih merdeka, fleksibel, dan mendukung keberagaman dalam belajar.

Baca Juga:  TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap

Program merdeka belajar terus berjalan dan semakin inovatif dan telah memasuki puluhan episode. Salah satu program merdeka belajar episode ke-23 yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah penguatan literasi. Komitmen yang diluncurkan dengan tema” Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia” memuat tiga pilar penting, yakni pemilihan dan perjenjangan, cetak dan distribusi, serta pelatihan dan pendampingan. Secara umum, ada banyak keuntungan dalam kebijakan merdeka belajar episode ke-23.

Pertama, penguatan literasi ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kedua, penguatan literasi akan berdampak terhadap kerakusan membaca, mendekatkan guru dan peserta didik terhadap buku, yang selanjutnya memantik guru dan murid untuk membaca dan menulis. Selain itu, program literasi juga akan mendorong guru untuk tidak sekadar membaca mata pelajaran saja. Lebih dari itu, guru juga akan terbuka dengan hal-hal baru karena asupan gizi.

Ketiga, menciptakan tradisi membaca pelajar. Saat ini, gejala malas membaca menjadi salah satu penyakit akut yang mengidap bangsa. Oleh karena itu, tradisi membaca harus dikembalikan melalui program merdeka belajar. Keempat, penguatan literasi menjadi momentum untuk meningkatkan pemerataan dan pengayaan buku-buku berkualitas di sekolah.

Selama ini, buku-buku di sekolah cenderung kurang berkualitas dan tidak menarik. Bahkan hanya buku ajar saja. Hal ini kadang disebabkan oleh ketidakselektifan sekolah dalam menimbang buku. Kelima, penguatan literasi juga akan meningkatkan distribusi buku-buku berkualitas ke berbagai daerah. Sebab selama ini, distribusi buku berkualitas masih sangat minim terutama ke daerah luar jawa. Akibatnya, perpustakaan dengan ketersediaan buku berkualitas juga masih minim.

Baca Juga:  Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung

Beberapa persoalan di atas tentu menjadi renungan bersama. Peluncuran merdeka belajar juga harus bisa membaca kondisi yang ada saat ini artinya, proses pembukuan tidak boleh dipandang bahwa distribusi buku, minimnya pelatihan menjadi salah satu sumber masalah. Lebih dari itu, daya baca guru dan siswa juga harus diperhatikan. Selain itu, kultur siswa yang terbiasa membaca versi digital (e-book) mesti disediakan agar lebih memudahkan jangkauannya.

Merdeka belajar perlu terus dilanjutkan dengan evaluasi dan inovasi. Dengan inovasi baru akan membut pelajar lebih bersemangat dan bergembira dalam proses menuntut ilmu dan pengalaman. Harus di akui bahwa proses pembelajaran terkadang membosankan jika hanya di dalam ruangan (kelas) saja. Maka, dengan konsep merdeka belajar ini diharapkan tidak merasakan jenuh dalam proses pembelajaran yang di ikuti.

Selama proses ini berlangsung, sebagian besar dari pelajar dan mahasiswa gembira dengan suasana baru yang mereka dapatkan. Bahwa, setiap pelajar dapat menyesuaikan diri dalam memahami materi, memecahkan jawaban sesuai dengan kemampuannya. Merdeka belajar diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang melampaui (tanpa batas) mengenai informasi. Peran guru disini sebagai mentoring serta diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah. (*)

 

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan
Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila
Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap
PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Budi, Warsito dan Asef Berpeluang Jadi Rektor Unila

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Ratusan Siswa Ramaikan SeAn Olympic Challenge Chapter 2 di Bandar Lampung

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB