Menteri PPA “Menukar” Korban dari Perempuan ke Laki-Laki. Gile Luh

Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Doel Remos
MENTERI  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi belakangan ini menjadi sorotan negatif setelah ia mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL dipindahkan ke bagian tengah, bukan lagi di ujung atau di depan.

Usulan itu muncul setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menyebabkan seluruh korban berasal dari gerbong wanita.

Pernyataan Menteri PPA ini menurut hemat saya “memindahkan” calon korban berikutnya dari perempuan ke laki-laki. Sepertinya pandangan Arifah bukan solusi dan faktanya menuai kritik-meski sudah minta maaf. Arifah ketelanjuran menampakkan dirinya kurang cerdas.

Semestinya dalam situasi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa, bukan memisahkan penumpang berdasarkan jenis kelamin. Pernyataan itu mungkin tidak tepat dan tidak sensitif terhadap kondisi korban.

Baca Juga:  Puan : DPR Akan Gelar Rapat Lintas Komisi Kawal Penanganan Pasca Karhutla

Kasus tabrakan kereta semestinya menjadi momentum untuk mencari solusi jangka panjang yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia. Ini bukan hanya soal menangani korban, tapi juga mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan.

Pemerintah dan pihak terkait harus melakukan investigasi menyeluruh, meningkatkan sistem keamanan kereta, dan memperbaiki infrastruktur untuk memastikan keselamatan penumpang. Kita cermati temuan KNKT!.

Belasan korban akibat kecelakaa. di Bekasi Timur ini. Korban luka tersebar di beberapa rumah sakit di Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, dan RS Siloam Bekasi Timur. PT KAI menanggung biaya pengobatan, asuransi, dan pemakaman bagi korban ¹.

Baca Juga:  Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Evaluasi menyeluruh sistem transportasi kereta api sangat diperlukan, terutama setelah insiden tabrakan kereta di Bekasi. Beberapa hal yang harus dicermati misalnya:

Sistem sinyal dan komunikasi
Prosedur operasional
Keamanan dan keselamatan
Pemeliharaan infrastruktur
Pelatihan petugas

Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan keselamatan penumpang.  Bukan “menukar” korban berikutnya. Dari perempuan ke laki-laki. Gile luh…


Penulis : Doel Remos


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Opini

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah
Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria
Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi
Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah

Rabu, 23 September 2026 - 18:22 WIB

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 September 2026 - 16:14 WIB

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:22 WIB

#indonesiaswasembada

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:14 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:39 WIB

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB