Menerima PP Gerakan Pemuda Al Washliyah, HNW : Menyongsong Indonesia Emas Pemuda Harus Segera Tampil Konstruktif, Artikulatif, dan Visioner

Senin, 6 Maret 2023 | 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, MA, berharap Gerakan Pemuda Al Washliyah dapat melanjutkan peran pemuda pada tahun 1920-an hingga sukses hadirkan Indonesia merdeka. Menyongsong Indonesia Emas 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka, GP Al Washliyah harus segera tampil dengan konstruktif, artikulatif, dan visioner, serta bisa berkolaborasi dengan pemuda-pemuda dari ormas kepemudaan dan kampus, sehingga menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa yang mencerahkan masa depan generasi muda Indonesia.

Harapan itu disampaikan Hidayat Nur Wahid dalam pertemuan dengan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III Lantai 9, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/3). Kedatangan delegasi PP GPA dipimpin Ketua Umum Aminullah Siagian, didampingi Dewan Pertimbangan Wizdan Fauran Lubis, dan pengurus lainnya, selain mengundang Hidayat Nur Wahid untuk menghadiri pelantikan PP GPA yang akan diselenggarakan pada 20 Maret 2023, sekaligus memohon kesediaan untuk duduk di Dewan Penasihat PP GPA.

HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, mengungkapkan bahwa pemuda sekarang ini sangat penting untuk menjadi bagian yang melanjutkan peran mensejarah kaum muda pada tahun 1920-an. Istilah Indonesia pertama kali muncul tahun 1920-an oleh Perhimpunan Indonesia di Belanda dengan tokoh Mohammad Hatta dan kawan-kawan. Di Timur Tengah, Kahar Muzakir, mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar Mesir, membuat tulisan dalam bahasa Arab untuk menyebarkan informasi di media-media Arab tentang perjuangan bangsa Indonesia. Antara lain karena informasi-informasi tersebut, negara-negara di Timur Tengah menjadi negara-negara yang paling awal mengakui Indonesia merdeka.

Baca Juga:  PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Mirza Perkuat Kemandirian Petani

Sementara di Indonesia ada tokoh pemuda Bung Karno, Agus Salim, dan lainnya yang tumbuh berjuang dari dalam negeri. Kemudian pada tahun 1928 para pemuda sepakat menghadirkan Sumpah Pemuda. Dalam ikrar Sumpah Pemuda ada kelompok pemuda muslim, yaitu Jong Islamieten Bond. Bersama kelompok pemuda yang lain membuat ikrar Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda menjadi pilar penting untuk Indonesia merdeka. “Indonesia merdeka antaralain karena keterlibatan penting anak-anak muda. Mereka mempersiapkan diri di tahun 1920-an dan kemudian menjadi pelaku utama penyiapan kemerdekaan Indonesia di tahun 1945,” kata Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS.

Karena itu, lanjut HNW, membayangkan Indonesia Emas 2045, masa-masa sekarang para pemuda penting untuk segara tampil secara lebih konstruktif, artikulatif, dan atraktif, serta visioner, karena kondisi Indonesia saat ini “sedang tidak baik-baik saja”. Banyak tantangan dan permasalahan di sana. Tapi sekaligus masih terbuka banyak peluang positif untuk generasi milenial dan lain-lainnya. Maka, sangat tepat bila anak-anak muda berkolaborasi dan bersinergi dengan anak-anak muda lainnya sebagaimana dulu Jong Islamieten Bond, bersama Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Betawi. “Pemuda harus bangkit bersama untuk menyelamatkan dan masa depan Indonesia ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Berpendidikan Dasar Gratis Itu Hak

Menurut HNW, anak-anak muda bukan hanya harus memiliki idealisme tetapi juga pemahaman peran sejarah. “Kolaborasi anak-anak muda yang memahami sejarah bangsa, cita-cita perjuangan bangsa, dan cita-cita reformasi, apalagi dalam konteks keumatan. Pemuda seharusnya mengkonsolidasi diri kemudian mengkritisi perjalanan bangsa untuk memastikan kiblat bangsa masih pada jalur yang baik dan benar, sesuai cita-cita Proklamasi dan Reformasi,” tuturnya.

“Keberadaan bersama dengan pemuda-pemuda yang lain menjadi bagian yang saling menguatkan. Kalau dulu untuk Indonesia merdeka, sekarang menyambut 100 tahun Indonesia merdeka adalah untuk melanjutkan Pancasila, UUD, reformasi agar tetap terjaga dengan semangat menyelamatkan Indonesia dan generasi bangsa. Koridornya tetap pada ideologi Pancasila, UUD, reformasi. Itu (koridor) merupakan salah satu katup penyelamat yang mensukseskan capaian cita-cita proklamasi dan reformasi,” pungkasnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri
GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
Lampung Dorong Hilirisasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Zulhas : Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Dan Beras Subsidi Hadapi Kemarau
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 September 2026 - 18:40 WIB

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 September 2026 - 16:06 WIB

GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terbaru

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), yang tewas akibat serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:43 WIB

Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]

#indonesiaswasembada

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:40 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:12 WIB