Mendagri : Pemda Terdampak Erupsi Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 September 2026 | 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan situasi.

Meski demikian, Tito mengingatkan agar peningkatan kewaspadaan tersebut tidak sampai memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai tingkat kewaspadaan kepada kabupaten/kota masing-masing. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi panik,” kata Tito dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Tito mengatakan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada sejumlah wilayah. Wilayah yang terdampak antara lain sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Karena itu, pemerintah daerah di wilayah tersebut diminta terus memantau perkembangan kondisi serta menyiapkan langkah respons apabila dampak erupsi meningkat.

Menurut Tito, setiap daerah dapat menghadapi kondisi yang berbeda sehingga langkah penanganan perlu disesuaikan dengan situasi di lapangan. Pemerintah daerah diminta mengandalkan informasi resmi pemerintah dan lembaga terkait dalam menentukan langkah mitigasi.

Baca Juga:  Menlu Wang Yi Sampaikan Duka atas Gempa NTT

Selain meningkatkan kesiapsiagaan, Tito mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanis. Ia meminta masyarakat menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata, dengan menggunakan masker serta pelindung mata apabila diperlukan. “Pemda agar membagikan masker kepada masyarakat di daerah terdampak,” imbau Tito.

Penggunaan pelindung diri dinilai penting, terutama apabila aktivitas masyarakat dilakukan di luar ruangan dan terdapat potensi paparan abu vulkanik.

Tito juga menyoroti layanan transportasi lokal yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Transportasi darat, laut, sungai, maupun danau, menurutnya, perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di masing-masing wilayah. Apabila risiko meningkat, pemda diminta segera mengambil langkah respons berdasarkan informasi resmi pemerintah dan hasil pemantauan di lapangan.

“Untuk mendukung sistem transportasi, jangan sampai nanti membahayakan masyarakat. Tapi sekali lagi, situasinya masih sangat situasional, masih sangat tergantung dengan situasi masing-masing,” ujar Tito.

Baca Juga:  Dampak Abu Vulkanik GAK, 3 Bandara Ditutup Sementara Hingga Pukul 13.30 Wib

Terkait kegiatan belajar mengajar, mendagri mengatakan pelaksanaannya bergantung pada kondisi di masing-masing daerah. Apabila situasi masih memungkinkan, kegiatan pembelajaran dapat tetap berlangsung, khususnya di dalam ruang kelas.

Namun, pemerintah daerah dan sekolah diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta sebaran abu vulkanis. Sementara kegiatan belajar di luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risiko di wilayah masing-masing.

Tito menegaskan peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting agar pemerintah daerah dapat merespons secara cepat apabila terjadi perubahan kondisi, tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Pemda di wilayah terdampak diharapkan terus berkoordinasi dan mengikuti informasi resmi agar layanan pemerintahan, pendidikan, transportasi, serta perlindungan kesehatan masyarakat dapat tetap berjalan dengan aman.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BERITA FOTO: Gubernur Lampung Siaga Bencana
43 Tewas, 261 WNA dari 23 Negara Hilang di Longsor Gyirong
GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Elfianah Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:55 WIB

BERITA FOTO: Gubernur Lampung Siaga Bencana

Senin, 7 September 2026 - 11:21 WIB

Mendagri : Pemda Terdampak Erupsi Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 September 2026 - 09:59 WIB

43 Tewas, 261 WNA dari 23 Negara Hilang di Longsor Gyirong

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Berita Terbaru

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Siaga Bencana

#indonesiaswasembada

BERITA FOTO: Gubernur Lampung Siaga Bencana

Senin, 7 Sep 2026 - 11:55 WIB

#indonesiaswasembada

Mendagri : Pemda Terdampak Erupsi Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 11:21 WIB


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 6 September 2026 ini menunjukkan tim penyelamat bekerja di kawasan inti Pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

43 Tewas, 261 WNA dari 23 Negara Hilang di Longsor Gyirong

Senin, 7 Sep 2026 - 09:59 WIB

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB