GYIRONG-Sebanyak 43 orang terkonfirmasi tewas dan 519 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Sabtu (5/9) pukul 18.00 waktu setempat. Dari 519 orang, 261 adalah warga negara asing yang tengah berada di Gyirong Tiongkok saat longsor Nepal terjadi,
Data ini diungkap otoritas setempat saat konfrensi pers yang digelar bersama wartawan dari media luar negeri saat mengunjungi lokasi tanah longsor di Pelabuhan Gyirong selama akhir pekan lalu.
Tiongkok melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar setelah tanah longsor mematikan tersebut, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal.
Hingga Sabtu pukul 18.00 waktu setempat, Tiongkok telah mengerahkan lebih dari 2.500 personel dan lebih dari 500 kendaraan untuk bergabung dalam operasi penyelamatan. Sementara itu, sejumlah drone telah melakukan lebih dari 1.000 penerbangan, dan sebanyak 5,43 ton bantuan telah diterjunkan melalui udara.
Otoritas setempat telah memberikan bantuan kepada 1.720 warga Nepal yang tinggal di kawasan perbatasan di Gyirong. Banyak warga Nepal yang bekerja atau menjalankan usaha di Gyirong terjebak di wilayah tersebut setelah tanah longsor menghancurkan pelabuhan perbatasan yang biasanya mereka gunakan untuk masuk dan keluar dari Tiongkok.
Tiongkok juga memberikan pembaruan harian kepada Nepal mengenai data meteorologi, hidrologi, dan gletser melalui mekanisme penyampaian informasi bencana, menurut sejumlah pejabat. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















