43 Tewas, 261 WNA dari 23 Negara Hilang di Longsor Gyirong

Senin, 7 September 2026 | 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 6 September 2026 ini menunjukkan tim penyelamat bekerja di kawasan inti Pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 6 September 2026 ini menunjukkan tim penyelamat bekerja di kawasan inti Pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

GYIRONG-Sebanyak 43 orang terkonfirmasi tewas dan 519 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Sabtu (5/9) pukul 18.00 waktu setempat. Dari 519 orang, 261 adalah warga negara asing yang tengah berada di Gyirong Tiongkok saat longsor Nepal terjadi,

Data ini diungkap otoritas setempat saat konfrensi pers yang digelar bersama wartawan dari media luar negeri saat mengunjungi lokasi tanah longsor di Pelabuhan Gyirong selama akhir pekan lalu.

Tiongkok melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar setelah tanah longsor mematikan tersebut, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal.

Baca Juga:  Israel Tangkap 10 Tersangka, Menyusul Kekerasan Terhadap Diplomat Eropa

Hingga Sabtu pukul 18.00 waktu setempat, Tiongkok telah mengerahkan lebih dari 2.500 personel dan lebih dari 500 kendaraan untuk bergabung dalam operasi penyelamatan. Sementara itu, sejumlah drone telah melakukan lebih dari 1.000 penerbangan, dan sebanyak 5,43 ton bantuan telah diterjunkan melalui udara.

Otoritas setempat telah memberikan bantuan kepada 1.720 warga Nepal yang tinggal di kawasan perbatasan di Gyirong. Banyak warga Nepal yang bekerja atau menjalankan usaha di Gyirong terjebak di wilayah tersebut setelah tanah longsor menghancurkan pelabuhan perbatasan yang biasanya mereka gunakan untuk masuk dan keluar dari Tiongkok.

Baca Juga:  Lampung Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi

Tiongkok juga memberikan pembaruan harian kepada Nepal mengenai data meteorologi, hidrologi, dan gletser melalui mekanisme penyampaian informasi bencana, menurut sejumlah pejabat. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Berita Terbaru


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB