Menata Ulang Wajah Lampung Utara dari Krisis Sampah

Rabu, 8 April 2026 | 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERSOALAN sampah tengah menjadi sorotan publik di Kabupaten Lampung Utara sepanjang Maret – April 2026. Perbincangan di berbagai media sosial mencerminkan kegelisahan masyarakat atas kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan.

Tumpukan sampah yang tak kunjung terangkut bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga memicu persoalan yang lebih serius, banjir yang berulang sejak awal tahun.

Lonjakan volume sampah pasca Idul Fitri memperparah situasi. Sayangnya, peningkatan ini tidak diimbangi dengan kesiapan sistem pengelolaan yang memadai. Sampah masih terlihat menumpuk di berbagai titik, seolah menjadi potret lemahnya respons terhadap persoalan yang sejatinya sudah lama mengakar.

Kondisi ini semakin kompleks dengan berkurangnya tenaga kebersihan. Sejumlah pekerja memilih mundur, diduga akibat beban kerja yang tinggi tanpa diiringi kesejahteraan yang layak. Di saat yang sama, armada pengangkut sampah yang tersedia justru berada dalam kondisi memprihatinkan.

Banyak kendaraan yang sudah tua dan tidak laik jalan, sehingga tidak mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan. Kekurangan armada pun menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Baca Juga:  APH Diminta Periksa Proyek Revitalisasi SMKN 2 Kotabumi

Dalam konteks ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara dapat diibaratkan sebagai “wajah” daerah. Ketika pengelolaan sampah tidak optimal, maka citra daerah ikut tercoreng. Untuk memperbaiki wajah tersebut, tentu dibutuhkan dukungan nyata, baik dalam bentuk anggaran, sarana, maupun perhatian terhadap kesejahteraan para petugas kebersihan, termasuk tenaga sukarela yang selama ini menjadi garda terdepan.

Pemerintah daerah dituntut untuk menempatkan persoalan sampah sebagai prioritas. Efisiensi anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan mendasar ini. Justru diperlukan langkah strategis, seperti penambahan armada pengangkut, peremajaan kendaraan, serta peningkatan insentif bagi para pekerja kebersihan.

Di sisi lain, kepemimpinan juga harus memberi teladan. Hamartoni Ahadis bersama Intji Indriani memiliki peran penting dalam mendorong perubahan, dimulai dari lingkungan pemerintahan. Kebijakan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membatasi minuman kemasan, hingga mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan dalam setiap kegiatan resmi dapat menjadi langkah konkret yang berdampak luas.

Baca Juga:  Raih WTP 16 Kali berturut-turut, KemenP2MI Banjir Apresiasi dari Komisi IX DPR RI

Namun demikian, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Edukasi yang berkelanjutan serta regulasi yang tegas perlu dihadirkan, termasuk imbauan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan tidak membuang sampah sembarangan.

Krisis sampah yang tengah dihadapi Lampung Utara sejatinya dapat menjadi momentum untuk berbenah. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta komitmen yang kuat dalam pengelolaan lingkungan, bukan tidak mungkin daerah ini mampu keluar dari persoalan yang berulang. Menata ulang pengelolaan sampah berarti juga menata ulang wajah Lampung Utara menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Harga BBM Dan LPG Bersubsidi Tidak Akan Naik
Iran Tegas soal Selat Hormuz: Kapal Eropa “Sasaran yang Sah”
Malam Seni Maroko-Indonesia: Merajut Harmoni Peradaban
BPSDMD Lampung Dorong Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik
Diskominfotik Lampung Gelar Webinar Diseminasi Perlindungan Data Pribadi
Festival Krakatau XXXV 2026 Siap Digelar
Iran, Oman, dan Arab Berunding soal Selat Hormuz
Menlu ASEAN Khawatirkan Hormuz dan Penipuan Daring

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:56 WIB

Harga BBM Dan LPG Bersubsidi Tidak Akan Naik

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:35 WIB

Iran Tegas soal Selat Hormuz: Kapal Eropa “Sasaran yang Sah”

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:27 WIB

Malam Seni Maroko-Indonesia: Merajut Harmoni Peradaban

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:21 WIB

BPSDMD Lampung Dorong Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:20 WIB

Diskominfotik Lampung Gelar Webinar Diseminasi Perlindungan Data Pribadi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Harga BBM Dan LPG Bersubsidi Tidak Akan Naik

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:56 WIB

Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xin)

#indonesiaswasembada

Iran Tegas soal Selat Hormuz: Kapal Eropa “Sasaran yang Sah”

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:35 WIB

Malam Seni Indonesia-Maroko, Merajur Peradaban melalui Seni [xin]

#indonesiaswasembada

Malam Seni Maroko-Indonesia: Merajut Harmoni Peradaban

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:27 WIB

#indonesiaswasembada

BPSDMD Lampung Dorong Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:21 WIB

#indonesiaswasembada

Diskominfotik Lampung Gelar Webinar Diseminasi Perlindungan Data Pribadi

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:20 WIB