Mahasiswa KKN UIN RIL Sosialisasi Lubang Resapan Biopori di Negeri Olok Gading

Rabu, 30 Juli 2025 | 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UINRIL) yang tergabung dalam Kelompok 101 melaksanakan kegiatan sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB) di Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung di aula kelurahan ini mengangkat tema “Solusi Sederhana untuk Lingkungan yang Lebih Sehat dan Berkelanjutan” dan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat LRB serta mendorong penerapan langsung di lingkungan sekitar.

Lubang Resapan Biopori merupakan salah satu metode konservasi air dan pelestarian tanah yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, mengurangi genangan, serta mendukung pengelolaan sampah organik rumah tangga. Dalam konteks perkotaan seperti Negeri Olok Gading, penerapan LRB menjadi sangat relevan untuk menjawab tantangan minimnya ruang terbuka hijau dan tingginya risiko genangan air.

Koordinator Kelompok 101, Deni Nurrizky, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi nyata dari semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program pembangunan lingkungan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. LRB adalah salah satu solusi sederhana, murah, dan bisa diterapkan secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing,” jelas Deni.

Baca Juga:  JMSI NTB Gelar Temu Strategis dengan Manajemen ITDC

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN menyampaikan materi melalui pemaparan interaktif, diskusi terbuka, serta penayangan video edukatif tentang cara pembuatan LRB. Selain itu, ditampilkan pula contoh alat dan bahan sederhana yang dapat digunakan warga untuk membuat lubang resapan secara mandiri. Materi yang disampaikan meliputi manfaat biopori, teknik pelubangan tanah, hingga pengelolaan sampah organik sebagai isi dari lubang resapan.

Sosialisasi ini disambut hangat oleh warga dan perangkat kelurahan yang hadir. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta diskusi yang berkembang mengenai kemungkinan implementasi LRB di lingkungan rumah masing-masing. Tidak sedikit warga yang mengungkapkan ketertarikan untuk segera mencoba metode ini, terutama karena dinilai mudah dilakukan dan memiliki manfaat jangka panjang.

“Biasanya kami tidak terlalu memperhatikan genangan air saat musim hujan, tapi setelah dijelaskan oleh adik-adik mahasiswa, kami jadi sadar bahwa itu bisa dicegah dan bahkan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah,” ujar salah satu warga yang hadir.

Pihak Kelurahan Negeri Olok Gading, yang diwakili oleh staf kelurahan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T UINRIL dalam mengedukasi warga terkait isu lingkungan. Menurut mereka, kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Lampung Siaga Hadapi Serangan Siber, BSSN Dorong Pembentukan TTIS

Deni juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari. “Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Jika setiap rumah memiliki minimal satu lubang biopori, maka kita sudah turut menyelamatkan lingkungan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Kelompok 101 juga berencana melakukan pendampingan kepada warga yang ingin menerapkan lubang biopori secara langsung. Selain itu, mereka juga akan melaksanakan praktik pembuatan LRB di salah satu titik di wilayah kelurahan sebagai proyek percontohan.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, Mahasiswa KKN-T UIN Raden Intan Lampung berharap masyarakat Negeri Olok Gading semakin sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui inovasi sederhana namun berdampak besar. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya komunitas peduli lingkungan yang aktif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.


Penulis : Deni


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media
Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti
Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025
Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik
Jelang Puncak Ibadah Haji, Jama’ah Indonesia Akan Bertahap menuju Arafah
Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bersih
Lampung Optimalkan Potensi Kelautan dan Perikanan
Haryati Cendralela Lantik PK dan Pimdes Golkar se-Kecamatan Panca Jaya

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 17:24 WIB

Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 16:27 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik

Senin, 25 Mei 2026 - 13:52 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Jama’ah Indonesia Akan Bertahap menuju Arafah

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik

Senin, 25 Mei 2026 - 16:27 WIB

#indonesiaswasembada

Jelang Puncak Ibadah Haji, Jama’ah Indonesia Akan Bertahap menuju Arafah

Senin, 25 Mei 2026 - 13:52 WIB