Mahasiswa KKN UIN RIL Gagas Kebun Sayur di Lahan Sempit, Dorong Ketahanan Pangan Warga Kota

Rabu, 30 Juli 2025 | 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya memberdayakan masyarakat perkotaan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 17 di Kelurahan Tanjung Gading menggagas sebuah program inovatif: penanaman sayuran di lahan sempit. Program ini tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan lahan di lingkungan perkotaan, tetapi juga mendorong gaya hidup produktif dan ramah lingkungan di tengah masyarakat.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Lurah Tanjung Gading, Lydia Dwi Fransiska, yang menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi warga di kawasan kota adalah minimnya lahan terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk berkebun atau bercocok tanam. “Keterbatasan lahan memang menjadi tantangan, tapi kreativitas mahasiswa dalam mengatasi hal ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi tanah kering dan tak subur di wilayah tersebut adalah dengan mengumpulkan tanah yang lebih subur dari lokasi lain, lalu menatanya di area yang telah dipagari menggunakan waring. Langkah ini dilakukan agar tanah tersebut tidak mudah menyebar atau tercampur dengan tanah keras, serta aman dari gangguan hewan atau anak-anak yang bermain.

Baca Juga:  Komisi IV Dorong Pemetaan Kebutuhan dan Penguatan Intensifikasi Teknologi Pergaraman

Tak berhenti di sana, mahasiswa KKN juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, khususnya kepada para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, warga diajarkan berbagai teknik bercocok tanam di ruang terbatas, seperti menggunakan pot vertikal, polybag, hingga rak tanaman dari barang bekas. Edukasi ini dilaksanakan dengan dukungan fasilitas dari kantor Kelurahan Tanjung Gading, yang menyediakan tempat dan logistik sederhana untuk menunjang kegiatan warga.

Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong, melibatkan mahasiswa dan warga setempat. Hal ini bukan hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap program yang dijalankan.

Wakil Koordinator Mahasiswa KKN, Barry Irsyad, menyampaikan harapannya agar program ini tidak berhenti hanya saat masa KKN berlangsung. “Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang-ruang kecil di rumahnya masing-masing. Selain bisa menghasilkan sayuran sehat untuk konsumsi sendiri, ini juga bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga dan menumbuhkan perekonomian lokal dalam skala kecil,” tuturnya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional, Ini Amanat Kapolres Mesuji 

Ia menambahkan bahwa bercocok tanam mandiri seperti ini juga bisa menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan hijau, sejuk, dan sehat di tengah padatnya pemukiman perkotaan. Ke depan, para mahasiswa berharap ada kolaborasi lanjutan antara pemerintah kelurahan, PKK, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan program ini.

Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, program kebun sayur di lahan sempit ini menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkontribusi bagi kemajuan dan kemandirian masyarakat. Kelurahan Tanjung Gading pun kini mulai melangkah menjadi salah satu kawasan urban yang aktif mempromosikan pertanian kota (urban farming) sebagai gaya hidup baru yang produktif dan berkelanjutan.


Penulis : Afif Rifqi Yonada/Nur Azizah


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Cek Pos PAM dan Pos Yan di Hari Pertama Ops Ketupat Krakatau 2026, Ini Yang Dilakukan Kapolres Mesuji
Waka Polres Mesuji Tinjau Pos PAM dan Pos Yan, Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal
Misbakhun : Komisioner OJK Periode 2026-2030 Menjadi Momentum Penguatan Pengawasan Sistem Keuangan
Dugaan Pungli TPG di Kemenag Lampung Utara Mencuat, Sejumlah Pihak Dicatut Namanya
Antisipasi Microsleep saat Arus Mudik Lebaran 2026, Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep
Gubernur Lampung Resmikan Klinik Inovasi 2026, Dorong Budaya Kerja Kreatif dan Daya Saing Daerah
Presiden Prabowo Siapkan Rp 839 Miliar untuk Way Kambas, Gubernur Lampung Sampaikan Apresiasi
Jhon LBF Kagumi Toll Bakter 

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:18 WIB

Cek Pos PAM dan Pos Yan di Hari Pertama Ops Ketupat Krakatau 2026, Ini Yang Dilakukan Kapolres Mesuji

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16 WIB

Waka Polres Mesuji Tinjau Pos PAM dan Pos Yan, Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:14 WIB

Misbakhun : Komisioner OJK Periode 2026-2030 Menjadi Momentum Penguatan Pengawasan Sistem Keuangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:10 WIB

Dugaan Pungli TPG di Kemenag Lampung Utara Mencuat, Sejumlah Pihak Dicatut Namanya

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:09 WIB

Antisipasi Microsleep saat Arus Mudik Lebaran 2026, Pengelola Tol Bakter Gelar Operasi Microsleep

Berita Terbaru