JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak.
Menurutnya, para pemangku kepentingan harus serius menangani hal ini demi mencegah ledakan kasus penyakit menular seperti campak yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-8 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi. Daerah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Menyikapi kondisi ini, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).
Legislator dari Daerah Pemilihan II Jawa Tengah ini juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota. Menurutnya, upaya ini perlu didukung penuh oleh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.
Rerie yang juga merupakan anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.
Beberapa di antaranya adalah rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.
Selain itu, keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.
Ia berharap, seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : MPR RI






![Satlantas Polres Mesuji, Polda Lampung, menggelar kegiatan bakti sosial TASI BERKAH PRESISI atau sedekah Jumat, dengan membagikan puluhan paket sembako langsung kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Hukum Polres Mesuji, jumat (03/07/2026).[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0048-225x129.jpg)
![Team Tekab 308, Polres Mesuji, Polda Lampung, bergerak cepat memburu para pelaku pembunuhan satwa dilindungi Tapir yang videonya viral di jagat maya, Kabupaten Mesuji.[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0041-225x129.jpg)
![Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN 2 Kotabumi senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN 2026 diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga mengarah pada indikasi korupsi.[Ra]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-03-at-11.58.53-225x129.jpeg)



![Satlantas Polres Mesuji, Polda Lampung, menggelar kegiatan bakti sosial TASI BERKAH PRESISI atau sedekah Jumat, dengan membagikan puluhan paket sembako langsung kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Hukum Polres Mesuji, jumat (03/07/2026).[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0048-129x85.jpg)
![Team Tekab 308, Polres Mesuji, Polda Lampung, bergerak cepat memburu para pelaku pembunuhan satwa dilindungi Tapir yang videonya viral di jagat maya, Kabupaten Mesuji.[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0041-129x85.jpg)
![Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN 2 Kotabumi senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN 2026 diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga mengarah pada indikasi korupsi.[Ra]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-03-at-11.58.53-129x85.jpeg)


