Lampung Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUBERNUR Lampung saat memberikan pemaparan di Gorontalo, Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 setelah memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang dilakukan peserta KTNA. Lampung meraih 29 suara [Hs/Ist]

GUBERNUR Lampung saat memberikan pemaparan di Gorontalo, Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 setelah memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang dilakukan peserta KTNA. Lampung meraih 29 suara [Hs/Ist]

GORONTALO – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa terpilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional sekaligus etalase kemajuan sektor pertanian Indonesia.

“Pertanian adalah tulang punggung perekonomian Lampung. Lebih dari dua juta kepala keluarga di Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Karena itu, kami siap menjadikan Penas 2029 sebagai ajang memperlihatkan kekuatan dan kemajuan pertanian Lampung kepada seluruh Indonesia,” ujar Gubernur Mirza saat menghadiri Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gedung Olahraga David Tony Universitas Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 setelah memperoleh dukungan mayoritas dalam proses pemungutan suara yang dilakukan peserta KTNA. Lampung meraih 29 suara, unggul atas Sumatera Utara yang memperoleh lima suara dan Sulawesi Tengah yang memperoleh satu suara.

Dalam pemaparannya di hadapan peserta rembug utama, Gubernur menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Dari sekitar 9,5 juta penduduk Lampung yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 225 kecamatan, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan turunannya.

Baca Juga:  Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Menurut Gubernur, letak geografis Lampung yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera memberikan keuntungan tersendiri karena dekat dengan pasar utama nasional, khususnya Pulau Jawa. Kondisi tersebut mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan daya saing produk petani Lampung.

Gubernur Mirza memaparkan, produksi padi Lampung saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun atau menempati peringkat keenam nasional. Jumlah tersebut meningkat sekitar 500.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya seiring peningkatan indeks pertanaman dan dukungan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menargetkan produksi padi meningkat hingga 4 juta sampai 4,5 juta ton pada 2029. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas lahan, penguatan sarana produksi, serta dukungan infrastruktur pertanian yang semakin memadai.

Selain padi, Lampung merupakan produsen jagung terbesar kelima nasional dengan produksi sekitar 1,2 juta ton per tahun. Lampung juga menjadi sentra utama ubi kayu nasional dengan kontribusi sekitar 70 persen produksi singkong Indonesia yang dikelola oleh hampir 500.000 keluarga petani.

Gubernur menjelaskan, pengembangan sektor pertanian di Lampung tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga hilirisasi. Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, lada, dan tebu terus didorong agar menghasilkan nilai tambah melalui pengolahan industri sebelum dipasarkan.

Baca Juga:  5 Jurnalis Hilang Kontak, Barang Dan Mobil Masih Tertinggal Di Hotel Carita

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemprov Lampung menjalankan program unggulan Desa Ku Maju yang berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas dari tingkat desa. Salah satu program prioritasnya adalah penyediaan fasilitas produksi pupuk organik cair di seluruh desa yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hingga 15-30 persen.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program bantuan alat pengering (dryer) bagi desa-desa sentra pertanian. Program ini bertujuan mengurangi penjualan komoditas dalam kondisi mentah sekaligus meningkatkan posisi tawar petani melalui kualitas hasil panen yang lebih baik.

Di hadapan peserta KTNA, Gubernur juga memaparkan kesiapan Lampung sebagai tuan rumah Penas 2029. Kesiapan tersebut didukung oleh jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, akses transportasi udara dan laut yang terhubung langsung dengan Jakarta, ketersediaan ratusan hotel, serta berbagai lokasi yang disiapkan untuk kegiatan utama maupun studi lapang peserta.

Terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Penas 2029 diharapkan tidak hanya memperkuat promosi sektor pertanian daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata. Pemerintah Provinsi Lampung optimistis penyelenggaraan ajang nasional tersebut akan memberikan manfaat luas bagi petani, nelayan, pelaku usaha, serta masyarakat Lampung secara keseluruhan.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Gorontalo

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB