KTT Asia Afrika Sejarah Membanggakan Indonesia

Senin, 18 April 2022 | 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/Net

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/Net

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Semangat Konferensi Asia Afrika harus menjadi inspirasi bangsa kita dalam proses membangun karakter kebangsaan setiap warga negara agar mampu berperan aktif dalam menghadapi setiap tantangan berskala global.

“Kita memiliki sejarah yang membanggakan ketika dunia dikuasai pengaruh negara adi daya, Indonesia menggalang persatuan negara-negara di Asia dan Afrika pada tahun 1955 untuk mengimbanginya,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/4).

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika yang digelar di Bandung pada 18 April-24 April 1955 adalah bukti peran Indonesia secara aktif menghadirkan solusi untuk mewujudkan perdamaian dunia di masa lalu yang harus terus dilanjutkan hingga kini.

Menurut Lestari, semangat untuk berperan dalam menjawab sejumlah tantangan berskala dunia harus terus dihidupkan.

Baca Juga:  Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkab dan Kemenag Lampung Selatan Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Salat Istisqa di 17 Kecamatan

Selain memupuk semangat dari peristiwa sejarah bangsa di masa lalu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, untuk memberikan sumbangsih yang besar terhadap solusi dari sejumlah permasalahan dunia, kita juga harus membangun kemandirian bangsa antara lain lewat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berintegritas.

Jadi, tambah Rerie, antara menggali semangat kebangsaan dari berbagai peristiwa masa lalu dan membangun karakter anak bangsa agar memiliki integritas yang tinggi di masa kini harus sejalan.

Bangsa ini, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus terus disadarkan bahwa di masa lalu kita mampu mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar di dunia yang mampu mewarnai sepak terjang politik global.

Semangat itu, ujar Rerie, harus terus dilestarikan agar anak bangsa kita di masa kini tidak ragu lagi untuk menjawab berbagai tantangan berskala global yang mewarnai kehidupan dunia saat ini.

Baca Juga:  Ketua MPR RI: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara

Menghidupkan kembali semangat KTT Asia Afrika yang tumbuh 67 tahun yang lalu di Bandung, Jawa Barat, tambah Rerie, adalah salah satu upaya kita untuk terus memupuk rasa bangga anak bangsa.

Berangkat dari rasa bangga itu, Rerie sangat berharap, upaya mewujudkan karakter anak bangsa yang tangguh, berintegritas dan berkarakter kebangsaan yang kuat untuk menjawab berbagai tantangan bangsa di masa kini dan mendatang, harus terus dilanjutkan dengan langkah yang terukur.

Agar kita sebagai bangsa, tegas Rerie, mampu mewujudkan amanat konstitusi UUD 1945 yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu
PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi
Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah
Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial
Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan
Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung
Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat
Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:22 WIB

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 September 2026 - 16:12 WIB

PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi

Selasa, 22 September 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 15:51 WIB

Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 13:40 WIB

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Berita Terbaru

Uang Tekenan Purbaya Diburu [LL]

Berita Utama

Uang Rp100 Ribu Th 2026 Tandatangan Purbaya Diburu

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:22 WIB

Anak-anak pengungsi berdiri di dekat tenda mereka di sebuah kamp di pinggiran Aden, Yaman. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

PBB Kecam Serangan Houthi yang Berlanjut ke Arab Saudi

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:12 WIB

Perkuat Karakter Pramuka Dukung Pembangunan Lampung [Pl]

Berita Utama

Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:00 WIB

Didit Putra Erlangga [Xin]

#indonesiaswasembada

Paradoks Interaksi Warganet Indonesia di Media Sosial

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:51 WIB

DPR RI Diskusikan Kapal Indonesia yang banyak Tua

Berita Utama

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:40 WIB