Kolaborasi Lintas Sektor Harus Diperkuat untuk Hadapi Dampak Perubahan Iklim di Tanah Air

Rabu, 20 Maret 2024 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Kolaborasi lintas sektor harus diperkuat untuk memasyarakatkan pentingnya pola hidup keseharian yang bersifat antisipatif dalam menghadapi dampak perubahan iklim di tanah air.

“Upaya mitigasi bencana kerap berhadapan dengan siklus bencana berulang seperti banjir di berbagai kota di pantai utara Jawa, serta wilayah Indonesia lainnya,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam sambutan tertulisnya pada diskusi bertema Cuaca Ekstrem dan Ancamannya Bagi Indonesia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (20/3).

Diskusi yang dimoderatori Arimbi Heroepoetri, S.H, LL.M (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Dr. Raditya Jati, S.Si., M.Si. (Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB) dan Dr. Agie Wandala Putra (Kepala Tropical Cyclone Warning Center /TCWC Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG) sebagai narasumber.

Selain itu hadir pula Dian Novita Susanto (Ketua Umum DPP Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia/HKTI) dan Masnuah (Perempuan Nelayan Demak) sebagai penanggap.

Laporan BNPB, tambah Lestari, terdapat 292 bencana alam di Indonesia pada rentang 1 Januari-15 Februari 2024.

Bahkan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Bali dilanda longsor setelah hujan lebat, hingga menimbulkan korban jiwa.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menurut Rerie yang juga juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, Indonesia sangat rentan terhadap berbagai bentuk cuaca ekstrem, yang dapat mempengaruhi kehidupan jutaan orang serta ekosistemnya yang beragam.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, Kapolres Mesuji Cek Kesiapan Hewan Qurban

Catatan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bapennas), tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, mengestimasi kerugian negara akibat perubahan iklim periode 2020-2024 sebesar Rp544 triliun. Kerugian lainnya adalah hilangnya nyawa warga negara akibat bencana alam yang terjadi.

Berdasarkan kenyataan itu, Rerie berharap setiap warga negara menyadari bahwa kita adalah bagian dari ekosistem, yang setiap tindakan kita dalam bentuk mengekplorasi dan mengeksploitasi alam menjadi bagian dari penyebab hadirnya cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati berpendapat pemahaman terhadap dampak hidrometeorologi penting untuk dipahami masyarakat.

Raditya mengungkapkan, BNPB mengedepankan pemahaman terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dampak hidrometeorologi itu dan apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi atau menyikapi sejumlah risiko yang ada.

Dalam upaya itu, jelas Raditya, membangun sistem informasi yang mumpuni menjadi penting. Diakui dia, untuk memahami risiko bencana memerlukan sistem informasi yang baik dan data yang akurat.

Karena, tambah dia, hampir di seluruh wilayah Indonesia mengalami dampak anomali iklim, sehingga perlu langkah-langkah antisipasi melalui penguatan mitigasi hingga tingkat paling kecil, seperti di desa-desa.

Baca Juga:  Salam Lintas Agama Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media massa, tegas Raditya, harus mampu diwujudkan dalam upaya membangun resiliensi masyarakat hingga tingkat desa untuk menghadapi sejumlah risiko bencana dampak perubahan iklim.

Kepala Tropical Cyclone Warning Center Jakarta – BMKG, Agie Wandala Putra berpendapat ancaman cuaca ekstrem sangat penting dipahami masyarakat. Sehingga, tambah dia, informasi cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem harus mudah dipahami.

Menurut Agie, kondisi cuaca bisa diamati dan dipelajari agar masyarakat siap dan tanggap terhadap ancaman yang ditimbulkannya.

Saat ini, ungkap dia, kita sedang menghadapi dampak perubahan iklim dengan berbagai bentuknya seperti suhu muka bumi yang terus meningkat, sehingga kawasan es di puncak Jayawijaya misalnya semakin menipis.

Menurut Agie, sesuatu sedang terjadi pada bumi dengan berbagai implikasinya. Dia mengingatkan tidak semua wilayah di Indonesia memiliki karakteristik dan kondisi iklim yang sama. Sehingga, tegas Agie, kepedulian pemerintah daerah dalam memahami risiko bencana di wilayahnya masing-masing sangat penting. (*)

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Rakernas 3 JMSI Di Kaltim Siap Digelar
Sudaryono Unggul Di Survei Pilgub Jateng 2024
Murur dan Sukses Besar Haji Indonesia
Pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Meningkat, Andri: Terlayani
Tersandung Kasus Narkoba, 3 Warga Dibawa Ke Kantor Polisi
Plh Gubernur Lampung Fahrizal Darminto Gelar Open House
Hari Raya Idul Adha 1445 H, Desa Bandar Sakti Sembelih Belasan Hewan Qurban 
Plh Gubernur Lampung Fahrizal Darminto Laksanakan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Saburai

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:40 WIB

Rakernas 3 JMSI Di Kaltim Siap Digelar

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:08 WIB

Sudaryono Unggul Di Survei Pilgub Jateng 2024

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:05 WIB

Murur dan Sukses Besar Haji Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:25 WIB

Pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Meningkat, Andri: Terlayani

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:57 WIB

Tersandung Kasus Narkoba, 3 Warga Dibawa Ke Kantor Polisi

Senin, 17 Juni 2024 - 18:55 WIB

Hari Raya Idul Adha 1445 H, Desa Bandar Sakti Sembelih Belasan Hewan Qurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 18:51 WIB

Plh Gubernur Lampung Fahrizal Darminto Laksanakan Shalat Idul Adha 1445 H di Lapangan Saburai

Senin, 17 Juni 2024 - 12:22 WIB

Usai Ibadah Sholat Idul Adha, Polres Mesuji Qurban 6 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Rakernas 3 JMSI Di Kaltim Siap Digelar

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:40 WIB

#CovidSelesai

Sudaryono Unggul Di Survei Pilgub Jateng 2024

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:08 WIB

Bandar Lampung

Murur dan Sukses Besar Haji Indonesia

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:05 WIB

#CovidSelesai

Pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Meningkat, Andri: Terlayani

Selasa, 18 Jun 2024 - 14:25 WIB

#CovidSelesai

Tersandung Kasus Narkoba, 3 Warga Dibawa Ke Kantor Polisi

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:57 WIB