Kisah Rahmat Syolichin Dirikan Usaha Tempe Al Amin, Ciptakan Lapangan Kerja Hingga Santri Sekolah Gratis

Selasa, 27 Februari 2024 | 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Badi’ah Al – Amin dibawah kepemimpinan Rahmat Syolichin berinovasi dengan membuka peluang usaha yang bergerak di bidang industri pengolahan kedelai dengan memberdayakan sejumlah masyarakat Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten setempat.

Hasil produksi industri UMKM berupa Tempe yang diberi merek dagang Al Amin kini mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat, selain kemasan yang menarik, tercantum logo halal, serta kehigienisan produk pun terjaga dengan baik.

Mulai dari pencucian kedelai, hingga pengemasan tidak lagi dilakukan secara manual sepenuhnya. Meski masih dalam kategori industri rumahan, pengolahan Tempe Al Amin telah ditunjang dengan peralatan modern.

“Inspirasi itu hadir berawal dari berdirinya Ponpes yang berbasis Non-biaya (gratis), jadi kita mengupayakan untuk mendapatkan anggaran (dana) pendukung pondok dengan konsep membuat usaha tempe. Jadi produksi tempe ini dilakukan oleh Ponpes Riyadhul Ba’diah Al Amin dan dipasarkan oleh koperasi Jaya Tirta Mandiri,” kata Rahmat Syolichin, dilokasi pengolahan yang berada di lingkungan Ponpes Riyadhul Ba’diah Al Amin, Selasa, (27/02).

Meski baru beroperasi selama tiga bulan, usaha tempe milik yayasan pendidikan itu sudah memiliki pelanggan tetap, baik lokal desa, maupun beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lampura.

Baca Juga:  Dinilai Berhasil Bangun JMSI Sumut, Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI

“Dengan konsep pengolahan yang tidak lagi manual, higienis, serta harga yang relatif murah, cukup dengan Rp5 ribu rupiah sudah bisa membeli 3 bungkus Tempe Al Amin, masyarakat sudah mendapatkan asupan protein nabati pada lauk pauk, dari olahan kedelai yang mampu menggantikan protein dari daging,” imbuhnya.

Hampir setiap harinya, sambung dia, usaha industri rumahan tersebut menghabiskan 200 – 300 kilogram kedelai dengan hasil produk mencapai 3.000 bungkus tempe higienis yang siap untuk dipasarkan. Dengan menyerap ratusan karyawan dari lingkungan sekitar, bidang usaha tersebut dinilai mampu berkontribusi untuk mengurangi angka pengangguran di desa, yang berdampak pada penurunan angka kriminalitas di Kabupaten Lampung Utara pada umumnya.

“Alhamdulillah kita sudah berdayakan 120 karyawan yang semuanya adalah warga Desa Madukoro dan beberapa desa di Kecamatan Kotabumi Utara. Hasil dari penjualan, setelah dikurangi biaya produksi dan upah, sisa keuntungan kita kumpulkan untuk mengembangkan Ponpes dan membiayai para Santri,” tuturnya.

Baca Juga:  Tanaman Cakar Ayam dan Patah Tulang

Perjalanan usaha Tempe Al Amin ini juga, kata dia, tak lepas dari pengaruh perusahaan tapioka CV Gajah Mada Internusa. Dukungan penuh melalui Corporate Social Responsibility (CSR) pada Ponpes Riyadhul Ba’diah Al Amin, berbuah manis, dengan terciptanya bidang usaha baru penopang keberlangsungan yayasan yang berkomitmen memberikan pendidikan gratis tanpa pungutan biaya maupun bantuan operasional dari Pemerintah Daerah, maupun Pusat.

“Dukungan dari CV Gajah Mada Internusa yang mendorong Ponpes memiliki jenis usaha Tempe ini begitu kuat pengaruhnya. Alhamdulillah berkat CSR perusahaan, Ponpes Riyadhul Ba’diah Al Amin telah memiliki alat produksi berteknologi modern yang mempermudah dalam produksi,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak seluruh pelaku usaha UMKM yang bergerak di bidang pengolahan bahan baku kedelai untuk meningkatkan kualitas mutu produk olahan.

“Harapan saya kepada semua kawan-kawan khususnya pelaku usaha UMKM yang berfokus pada pengolahan kedelai, seperti Tempe dan Tahu, ayo kita sama-sama meningkatkan kualitas mutu produk dagang kita dengan mengedepankan kebersihan pada pengolahan produk barang dagang kita di era pasar global saat ini,” tandasnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris
Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat
Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91
Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional
Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD
WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:58 WIB

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:54 WIB

Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:38 WIB

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:38 WIB

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:58 WIB

#indonesiaswasembada

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:56 WIB

#indonesiaswasembada

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:38 WIB

oplus_2

#indonesiaswasembada

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:38 WIB