Laporan: Anis
JAWA TIMUR-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa menyatakan dirinya berduka dan meyayangkan tragedi Kanjuruhan. Khofifah menegaskan, pihaknya berkewajiban menanggung seluruh biaya yang dikeluarkan korban. Baik di Malang maupun di rumah sakit provinsi.
Khofifah berjanji pemprov akan memberikan santunan takdjiah kepada korban meninggal. Adapun jumlah yang akan diberikan @Rp 10 juta dan dari Pemkab Malang akan memberikan santunan @Rp 5 juta.
Khofifah menyampaikan hingga pagi ini korban meninggal 129 orang. Dan ad beberapa korban lain yang belum terkonfirmasi.
Sementara itu, tragedi Kanjuruhan yang terjadi tak dapat dielakkan. Pertandingan Persebaya vs Arema Malang-lanjutan Liga 1 PSSI memakan korban. Angka tewas akibat tragedi ini terus bertambah.
Hingga subuh masih tersiar 127 korban meninggal. Dua jam kemudian angka meninggal menjadi 129 versi Kadiskes Malang. Baru diterima redaksi dari berbagai sumber, angka tewas sudah mencapai angka 137-dari media soccer setempat.
Dari fakta diatas, fakta yang masih perlu di dalami adalah; Pertama: kapasitas jumlah penonton yang di sepakati 25 ribu, fakta nya penonton pertandingan tersebut berjumlah 42-45 ribu penonton.
Kedua; adanya penembakan/penyemprotan gas air mata saat terjadi kerumunan massa yang turun dan masuk ke lapangan.
Ketiga: pertandingan hanya di tonton oleh suporter Arema Malang. Suporter Persebaya tidak diperkenankan untuk masuk. Dan suporter Persebaya tersebar di luar stadion Kanjuruhan.
Keempat: dua personil Polri ikut menjadi korban meninggal. 34 Meninggal di lapangan, lainnya meninggal di rumah sakit. Belasan kendaraan pribadi dan Polisi ikut dibakar.
Kelima: 180 orang masih dalam perawatan medis yang tersebar di 3 rumah sakit besar dan beberapa rumah layanan kesehatan.##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.