Ketua Umum JMSI: Daya Cipta yang Dapat Gerakkan Bangsa Tetap Kokoh

Selasa, 5 November 2024 | 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah 3.000 Tahun

Hal lain yang juga perlu dicatat bahwa sejarah Tunisia berawal jauh sebelum akhir abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20.

Sejarah Tunisia, sebut Dubes Trabelsi, setidaknya berasal dari 3.000 tahun lalu. Di tahun 814 Sebelum Masehi Ratu Elissa atau Dido dari Punisia mendirikan Kartago, diikuti Perang Punic yang berlangsung tiga kali pada 264-241 SM, 218-201 SM, dan 149-146 SM. Di masa ini, kekuasaan Tunisia sempat meluas hingga seluruh Laut Mediterania, sisi selatan Andalusia, Pegunungan Alps, sampai selatan Italia termasuk Sisilia, Sardinia, dan Corsica.

Perang Punic Ketiga membawa kehancuran bagi Kartago. Salah seorang Senator Romawi pada masa itu, Marcus Porcius Cato menggunakan slogan “Carthago Delenda Est” yang artinya “Binasakan Kartago” untuk membakar semangat tentara Romawi.

Bulan Mei lalu, saat merayakan ulang tahun ke-40, pendiri Meta dan Facebook Mark Zuckerberg mengenakan kaos bertuliskan kalimat yang dianggap warga Tunisia sebagai penghinaan itu. Mark Zuckerberg diserang netizen Tunisia dan dipaksa meminta maaf.

Di bawah kekuasaan Romawi, Kartago diletakkan sebagai provinsi dengan nama Africa atau Africus yang berarti negeri rumah-gua. Setelah Romawi takluk di abad ke-5, Tunisia memasuki Era Vandal dari 429-532 Masehi yang ditandai dengan kehadiran penguasa bangsa Jermanik.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

Setelahnya Romawi kembali berkuasa di Era Bizantium. Romawi baru benar-benar menjauh dari Tunisia setelah Tunisia memasuki periode Islam sejak abad ke-9 M, diawali Dinasti Aghlabid atau Aghlabiyyah (800-909), Dinasti Fatimid atau Fatimiyah (909-972), Dinasti Sanhajjah (972-1160), Dinasti Almohades atau Muwahiddun (1160-1228), Dinasti Moravid atau Murabithun (1228), Dinasti Hafsid atau Hafsiyun (1228-1448).

Pada periode Islam inilah Tunisia mencatat kebangkitan di bidang ilmu pengetahuan. Universitas Ez Zitouna, misalnya, yang berdiri di akhir abad ke-7 dan awal ke-8 ikut mendorong berbagai perkembangan di Tunisia pada masa itu.

Selain itu, salah seorang ilmuwan dan sejarawan dari Tunisia, Ibnu Khaldun, yang lahir di tahun 1332 di era berikutnya dikenal luas di berbagai belahan dunia sebagai pendiri ilmu sosial dan ekonomi Islam.

Selanjutnya Tunisia memasuki era Ustmaniah dari 1228 sampai 1881 saat Perjanjian Bardo yang menempatkan Tunisia sebagai protektorat Prancis ditandatangani pemimpin Tunisia saat itu, Bey Muhammad As-Sidiq.

Setelah merdeka pada 1956, pejuang kemerdekaan Tunisia Habib Bourguiba dilantik sebagai Perdana Menteri dan setahun kemudian sebagai Presiden sampai tahun 1987 saat dokter menyatakan dirinya sakit dan tidak dapat melanjutkan kekuasaan.

Baca Juga:  KPK Beri Penghargaan untuk Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Kondisi kesehatan Presiden Bourguiba yang menurun mendorong Perdana Menteri Zine El Abidine Ben Ali mengambil kekuasaan sebagai Presiden. Ia memimpin negara itu sampai revolusi yang terjadi pada 2011 di satu masa yang disebut Pergolakan Musim Semi Arab.

Kini Tunisia dipimpin Presiden Kais Saied yang pada tanggal 6 Oktober 2024 lalu kembali terpilih untuk periode kedua.

Dubes Trabelsi juga menambahkan, di era kontemporer, Tunisia berperan aktif di panggung internasional pada sejumlah isu penting.

Tunisia, misalnya, mulai menjalin hubungan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) saat mengikuti KAA di Bandung. Hubungan diplomatik keduanya di mulai Januari 1964. Pada tahun 1971, Tunisia mendukung Resolusi Majelis Umum PBB 2758 yang menganjurkan agar RRT menggantikan Republik Tiongkok di PBB.

Tunisia juga berpihak pada Gerakan Non Blok, mengecam keras politik apartheid di Afrika Selatan, serta merupakan salah satu pendukung utama kemerdekaan Palestina.


Penulis : Ahmad


Editor : Fidhela Alvita


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji
Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026
Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik
ITERA [Wajib] Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi
Pelantikan Pejabat; ‘Abah’ Lukman Kembali Benahi RSUAM
KPK Beri Penghargaan untuk Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN
Al-Sisi: Mesir akan Pertahankan Hak atas Air Sungai Nil

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:01 WIB

ITERA [Wajib] Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:46 WIB

KPK Beri Penghargaan untuk Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Berita Terbaru

Ken Setiawan mantan Tokoh NII Mengaji di Hari Santri [RA]

Berita Utama

Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:40 WIB

BAKOM RI Syahganda Nainggolan pada acara serah terima jabatan. Jarak Negara-Masyarakat Harus Lebih Dekat [RA]

Lainnya

Syahganda: Jarak Pemerintah dan Masyarakat Diperkecil

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:33 WIB

Berita Utama

Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:06 WIB

Sekdaprov Lampung Marido K saat di ITTERA Lampung

Berita Utama

ITERA [Wajib] Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:01 WIB