Kerja Asal-asalan Proyek Jembatan Gantung, BPJN: Addendum Kontrak Masih Jalan

Senin, 18 Maret 2024 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning akui proyek pembangunan Jembatan Gantung Sidomulyo minim pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

Menurut penuturan salah satu warga setempat, pengawas dinas dari Balai Besar BPJN Provinsi Lampung selama pengerjaan proyek hanya sesaat saja terlihat di lokasi saat pekerjaan berlangsung. Sehingga, warga beranggapan oknum kontraktor mendapat restu untuk bekerja asal-asalan.

“Pekerjaan tanpa pengawasan (dinas), belum serah terima sudah kelihatan bobroknya, apakah diterima oleh masyarakat, sedangkan masyarakat awalnya mau menghibahkan lahan kebunnya karena ada janji dari pihak Balai Besar (BPJN) jembatan gantung itu dibuat sebaik mungkin. Kata Pak Habibi (PPK) akan meminimalisir kerusakan lahan,
mempekerjakan warga yang menghibahkan lahan, jembatan ada lampu penerangannya dari lampu tenaga surya, bahkan kata dia mau dipasang bronjong,” keluh F, sembari meminta identitasnya disamarkan, Senin, (18/03).

Selain itu, pihak konsultan pengawas yang hampir setiap hari dilokasi pun seperti mengamini cara kerja oknum kontraktor CV Sinar Alam Perkasa. Dalam buku petunjuk kerja yang sempat dilihat dia saat pelaksanaan pekerjaan fisik, seharusnya pada saat pembukaan badan jalan, material tanah tidak boleh dibuang sembarangan apalagi ke lahan kebun kopi milik warga, melainkan harus diangkut menggunakan armada truk untuk dibuang ke lokasi yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Warga yang kebun kopinya rusak gara-gara tanah hasil pembukaan badan jalan sempat marah, tapi saya dinginkan, Alhamdulillah mereka semua mau mendengarkan. Tapi itu kan kalau menurut buku panduan kerja yang punya konsultan harus diangkut pakai mobil (armada) truk, gak boleh dibuang sembarangan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengurus Relawan_RMD Resmi Dideklarasikan 

Terpisah, Pengawas (Penilik) Lapangan BPJN Provinsi Lampung, Dedi Eko Wibowo, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya di nomor +62 822-7925-3XXX mengatakan pekerjaan tersebut telah diserahterimakan sementara (Provisional Hand Over) pada 20 Desember 2023 tahun lalu. Namun dirinya juga tidak membantah pekerjaan tersebut belum sepenuhnya selesai, dirinya mengatakan masih ada pekerjaan tambahan yang belum selesai, dan pihak rekanan sudah meminta tambahan waktu (addendum) selama 50 hari dari selesainya masa kontrak kerja.

“Sudah PHO sekitar 20 Desember 2023 kemarin. Tapi memang betul ada pekerjaan tambahan yang belum diselesaikan, dan pihak pemborong sudah meminta tambahan waktu (addendum) 50 hari, tapi ini saya enggak tahu, ada tambahan waktu lagi atau enggaknya. Coba nanti saya tanya dulu ke kantor,” ungkap dia.

Masih kata dia, mulai dari pekerjaan rabat beton, TPT, yang diklaim belum selesai, dirinya mengatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak ada didalam RAB dan gambar rencana kerja. Termasuk pekerjaan Bronjong memang tidak dianggarkan karena ada pemangkasan nilai pagu anggaran dari sekira Rp7 miliar lebih menjadi Rp5,6 miliar. Sehingga untuk menghindari kelongsoran, bakal ditancapkan bambu untuk menahan tanah.

“Bronjong itu memang tidak ada pekerjaannya. Kalau Rabat Beton dan TPT hanya di arah Sidomulyo saja yang dikerjakan, kearah Dusun Halampam sebenarnya tidak ada, itu hanya tambahan dari pemborongnya. Lampu Tenaga Surya juga tidak ada, itu dulu pas perencanaannya, karena ada pengurangan anggaran jadi tidak ada (realisasi) pekerjaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Massa Tujuh Desa di Lampura Halau Armada Batubara

“Yang longsor itu nanti rencananya mau dipasang (tancap) bambu untuk nahan supaya (tanah) enggak longsor,” timpalnya.

Sebelumnya diberitakan, Proyek jembatan gantung Sidomulyo yang berada di Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning diduga bermasalah. Pasalnya bangunan yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah hingga kini tak kunjung selesai.

Program kerja milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung itu diketahui memilih perusahaan CV Sinar Alam Perkasa melalui E-katalog dengan nilai kontrak Rp5,6 miliar lebih. Durasi kontrak yang ditetapkan untuk melaksanakan pekerjaan selama 180 hari kerja, terhitung sejak 05 Juli 2023 hingga masa berakhirnya kontrak di tanggal 31 Desember 2023 tahun lalu.

Namun, kenyataan dilapangan, jembatan gantung yang digadang-gadang bakal menjadi kebanggaan warga setempat, tercoreng oleh oknum kontraktor yang disinyalir mengerjakan jembatan gantung asal jadi.

Pekerjaan proyek jembatan gantung tersebut hingga awal Maret 2024 tak kunjung rampung. Pekerjaan rabat beton hingga kini belum juga selesai, sehingga masyarakat belum diperbolehkan untuk melintas diatas jembatan.

Tak berakhir disitu, pekerjaan jembatan gantung juga tidak diberikan Bronjong pada sisi-sisi bawah jembatan sehingga dikhawatirkan pondasi jembatan mudah tergerus oleh arus air sungai. Termasuk pada pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang diduga dikerjakan asal-asalan dan tak sesuai spesifikasi, bahkan ada beberapa titik tebing yang tidak dipasang TPT dan mengakibatkan dinding tebing mulai mengalami longsor, yang membuat warga merasa was-was jika nantinya melewati jembatan gantung.

Baca Juga:  Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Menurut sumber terpercaya media ini, oknum pemborong hingga kini tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya, meski dilokasi masih menyisakan 3-4 orang pekerja yang hanya bertugas menjaga peralatan kerja. Pekerjaan jembatan gantung yang nilainya sangat fantastis, namun pengerjaannya diduga asal jadi. Terbukti saat ini, mulai terjadi longsor pada timbunan pondasi diantara sisi jembatan dan drainase. Belum lagi pembersihan sisa-sisa material yang tak kunjung dikerjakan, bahkan ada kecurigaan sisa-sisa material akan dibuang ke bantaran sungai.

“Pekerjaan jembatan gantung itu sudah sangat dikeluhkan warga disini, kami menunggu berbulan-bulan, tapi sampai hari ini tidak bisa digunakan. Kerjaan rabat beton belum selesai dikerjakan, dinding tebing sudah mulai longsor, apalagi itu, yang disamping jembatan, timbunan pondasinya sudah longsor, kita khawatirkan jembatan gantung ini tidak lama bertahan,” ucap sumber, Jumat, (15/03).

Terpisah, Pelaksana Lapangan, Jerry saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan masih ada beberapa sisa pekerjaan yang belum terselesaikan. Namun pada pekerjaan utama (jembatan) pihaknya mengklaim sudah menyelesaikan secara menyeluruh.

“Pihak perusahaan siap menyelesaikan seluruh pekerjaan disini. Tapi kalau untuk pekerjaan jembatan gantung sudah diselesaikan, hanya saja ada beberapa pekerjaan minor yang belum selesai,” ujarnya.##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui
Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB
Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…
Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!
Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan
Sule Ancam Rizky Febian Saat Wejangan Nikah
Tokoh Nasional, Tokoh Pers Salim Said Wafat
Gandeng JMSI, Dewan Pers Sambangi Unpad

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:08 WIB

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:42 WIB

Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:27 WIB

Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:14 WIB

Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:01 WIB

Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan

Minggu, 19 Mei 2024 - 06:19 WIB

Tokoh Nasional, Tokoh Pers Salim Said Wafat

Sabtu, 18 Mei 2024 - 23:39 WIB

Gandeng JMSI, Dewan Pers Sambangi Unpad

Sabtu, 18 Mei 2024 - 20:22 WIB

Ramdhan: Penggunaan APBD Kota Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Berita Utama

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:08 WIB

Berita Utama

Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:42 WIB

Berita Utama

Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:27 WIB

Berita Utama

Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:14 WIB

Berita Utama

Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:01 WIB