Kedekatan Golkar-PSI akan Untungkan Pencapresan Airlangga

Rabu, 24 Agustus 2022 | 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai kunjungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke DPP Golkar sebagai upaya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dalam menghimpun berbagai kekuatan politik.

“Sebagai partai menengah yang tidak dominan, Golkar dan KIB akan menarik kekuatan dengan banyak sumber, termasuk dengan partai non parlemen sekalipun,” tegas Dedi di Jakarta, Rabu (24/8).

Menurut Dedi, pertemuan itu juga untuk menunjukkan peran Airlangga dalam lobi politik terkait upaya pencapresan Airlangga pada Pilpres 2024. “Orientasinya agar Airlangga Hartarto terlihat yang paling menonjol, dan mudah lakukan lobi politik dukungan pencapresannya,” kata Dedi.

Menurut Dedi, upaya lobi politik untuk pencapresan Airlangga menjadi sebab utama silaturahmi tersebut. PSI dinilai punya basis pemilih yang berbeda dengan Golkar, sehingga tidak ada kekhawatiran akan terjadi tumpang tindih.

“Pertemuan Golkar-PSI dalam rangka itu. Sekurangnya PSI punya daya propaganda, dan pemilih yang terbatas, tidak berbaur dengan pemilih partai lain, semisal kelompok milenial, sehingga memungkinkan bisa menambah suara koalisi dan tidak tumpang tindih dengan pemilih Golkar,” tambahnya.

Baca Juga:  Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing

Kedekatan Golkar dan PSI juga mempunyai keuntungan lain. Dalam konteks Pilpres 2024, kecil kemungkinan PSI akan berkeras mengajukan nama cawapres. Sehingga hal itu menjadi keuntungan bagi Golkar jika KIB tidak berjalan harmonis.

“Selain itu, PSI tidak mungkin mengajukan cawapres. Itu juga baik bagi KIB utamanya Golkar. Karena jika terjadi perpecahan di KIB, maka situasi tawar menawar dengan mitra koalisi masih tetap bisa berjalan,” ungkap Dedi.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendatangi Golkar di Kantor DPP Partai Golkar pada Selasa, 23 Agustus 2022. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut Golkar dan PSI sedang menjalani tahapan pendekatan.

Airlangga juga menyebut kedatangan PSI ke kantornya menyiratkan adanya ketertarikan. Ia menyebut kedua partai masih dalam tahap silaturahmi awal. “Ini kan baru pertama kali, nanti dilanjutkan. Ini kalau menurut istilahnya PSI baru pdkt,” ujar Airlangga.

Elit Sampai Akar Rumput

Peneliti utama dari Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim dengan sistem ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (Pres-T) 20 persen, suara partai non parlemen tidak terpakai, namun akan strategis jika bisa dikumpulkan.

Baca Juga:  Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

“Tentu peran mereka tetap strategis karena bagaimanapun untuk membangun perahu besar, untuk mengusung capres dan cawapres tentu akan menambah suara,” kata Kennedy, Rabu (24/8).

Formasi KIB, dua partai islam dan satu partai nasionalis, bisa mendapatkan keuntungan dari pemilih partai lain. Misalnya, PSI memiliki pemilih berbasis anak muda, ini adalah daya tambah terkait dengan kepentingan elektoral nantinya.

Namun dalam menentukan koalisi mana yang akan mereka dekati, partai non parlemen harus memperhatikan kesamaan karakter dulu kemudian capres dan cawapresnya.

“Selain partai non PP berkepentingan mendapatkan efek ekor jas di suara mereka di pileg mendatang ketika mereka bergabung ke koalisi yang capres dan cawapresnya memiliki kemungkinan memenangkan pilpres paling besar,” jelas Kennedy.

Dalam koalisi sendiri, meski para elit terlihat mesra, jangan sampai dilupakan suara dari akar rumput. “Silaturahmi dan komunikasi politik harus dijalankan. Bagai partai tersebut tidak bisa memungkiri chemistry di akar rumput pendukung baik partai di parlemen dan non parlemen,“ tutur Kennedy. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemprov-KPPU Komit Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat
Dipimpin Kabag SDM, Polres Mesuji Laksanakan Kegiatan Indonesia Asri di Masjid Baitul A’mal
Trump Bingung soal Iran, Damai atau Lanjut Perang
Di Era Streaming, Musik Fisik Tetap Menemukan Pasar
Menuju Jurnalis Profesional, JMSI Bersama Dewan Pers dan LUKW Pikiran Rakyat Gelar UKW
Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
Persepsi Kinerja Mirza dan Jihan Berdasarkan Kelompok Usia

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:44 WIB

Pemprov-KPPU Komit Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif

Jumat, 18 September 2026 - 18:27 WIB

Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat

Jumat, 18 September 2026 - 18:26 WIB

Dipimpin Kabag SDM, Polres Mesuji Laksanakan Kegiatan Indonesia Asri di Masjid Baitul A’mal

Jumat, 18 September 2026 - 17:28 WIB

Trump Bingung soal Iran, Damai atau Lanjut Perang

Jumat, 18 September 2026 - 16:48 WIB

Di Era Streaming, Musik Fisik Tetap Menemukan Pasar

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Pemprov-KPPU Komit Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:44 WIB

Solidaritas KWP Senayan soal Hilangnya 5 Sahabat Jurnalis

#indonesiaswasembada

Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:27 WIB

Ditengah setiap langkahnya kain tak jelas, Trump lempar pernyataan 'Perang Dengan Iran ' adalah perkara kecil. [XInhua]

#indonesiaswasembada

Trump Bingung soal Iran, Damai atau Lanjut Perang

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:28 WIB


Sejumlah pengunjung melihat-lihat koleksi rilisan musik fisik di Wow Records, Blok M Square, Jakarta Selatan, pada 30 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Di Era Streaming, Musik Fisik Tetap Menemukan Pasar

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:48 WIB