Kajian Tarhib Ramadhan di Mesuji Tekankan Pentingnya Membangun Generasi Rabbani

Senin, 2 Februari 2026 | 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI  — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Kajian Tarhib Ramadhan 1447 H: Menjadikan Ramadhan sebagai Madrasah bagi Generasi Rabbani” digelar di SDIT Bina Insani Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Minggu (1/2/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda pelantikan Pengurus Salimah Kabupaten Mesuji ini menghadirkan Ustadz Muhamad Kumaidi, M.H.I., Dosen Agama Islam Institut Teknologi Sumatera (ITERA), sebagai narasumber utama.

Kajian diikuti oleh pengurus Salimah, tokoh masyarakat, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai sarana pendidikan ruhiyah dan pembentukan karakter generasi Islami.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhamad Kumaidi menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah ritual tahunan, tetapi merupakan “madrasah kehidupan” yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter umat. “Ramadhan adalah sekolah terbaik untuk melatih keimanan, kedisiplinan, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan kecintaan kepada Al-Qur’an. Dari sinilah lahir generasi rabbani yang kuat secara spiritual, intelektual, dan moral,” ujarnya.

Baca Juga:  Menko PMK: Gubernur NTT Identifikasi Kebutuhan

Ia menjelaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital, pergeseran nilai sosial, dan lemahnya pendidikan karakter dalam keluarga. Karena itu, keluarga dan organisasi perempuan memiliki peran penting dalam membangun lingkungan pendidikan Islami yang sehat bagi anak-anak.

Menurutnya, perempuan, khususnya para ibu, merupakan madrasah pertama dalam pembentukan akhlak dan kepribadian anak. Oleh sebab itu, penguatan spiritual keluarga menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan pengurus Salimah Kabupaten Mesuji, prosesi pelantikan pengurus baru, kemudian dilanjutkan dengan kajian keislaman, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Peserta tampak aktif berdialog mengenai tantangan pendidikan anak di era modern, penguatan ibadah keluarga selama Ramadhan, serta strategi membangun generasi Islami di tengah arus globalisasi.

Pengurus Salimah Kabupaten Mesuji menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran organisasi perempuan dalam dakwah, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Komisi V DPR Kawal Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla Di Kalimantan Dan Sumatera

Melalui momentum Ramadhan, Salimah diharapkan mampu menghadirkan program-program pembinaan keluarga yang lebih aktif, edukatif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta tentang pentingnya pendidikan keluarga berbasis nilai Islam. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk membiasakan tilawah Al-Qur’an di rumah, memperkuat ibadah keluarga, serta lebih aktif dalam kegiatan dakwah sosial dan pendidikan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini turut mempererat ukhuwah antaranggota Salimah dan memperkuat soliditas organisasi dalam menjalankan program-program keumatan di Kabupaten Mesuji.

Ustadz Muhamad Kumaidi berharap nilai-nilai Ramadhan tidak berhenti pada ibadah formal semata, tetapi benar-benar diinternalisasikan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. “Ramadhan harus melahirkan generasi rabbani, yaitu generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia, cerdas, peduli terhadap umat, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam,” pungkasnya.


Penulis : Anis


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun
Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap
“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok
Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 
Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:24 WIB

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 September 2026 - 10:23 WIB

Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

Kamis, 3 September 2026 - 09:57 WIB

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 September 2026 - 09:33 WIB

Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Berita Terbaru

Presiden Tiongkok dan Mesir bersama Istri di Museum Besar [Xin]

#indonesiaswasembada

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:24 WIB


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 30 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal feri mengangkut para murid menuju sekolah di Bo'ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:57 WIB

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB