Laporan: Annisa
LAMPUNG SELATAN – Polda Lampung akan menggelar Operasi Zebra Krakatau 2023 guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Operasi ini akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 4 hingga 17 September 2023.
Operasi Zebra Krakatau 2023 bertujuan untuk menciptakan kondisi kamseltibcar lantas yang kondusif menuju pemilu damai 2024.
Dimana dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis didukung peneggakan hukum lalu lintas secara Elektronik (ETLE Statis dan Mobile) dan teguran simpatik dalam rangka disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi menyebutkan, terdapat beberapa sasaran prioritas pelanggaran yang akan ditindak selama operasi berlangsung. Diantaranya, berkendara melebihi kecepatan, tidak memakai helm dan sabuk pengaman, melawan arus, penggunaan handphone saat berkendara serta berboncengan lebih dari satu orang, dengan menggedepankan penindakan ETLE. Sabtu (2/9/23)
“Dalam operasi zebra krakatau 2023, melibatkan sebanyak 791 Personil selurah jajaran Polda Lampung untuk mewujudkan kamseltibcar lantas di wilayah Provinsi Lampung” Ungkapnya
Ia menjelaskan, tujuan dari 0perasi Zebra Krakatau 2023 yakni berkurangnya pelanggaran dan laka lantas dengan adanya peningkatan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, terbangunnya budaya tertib berlalu lintas terkhusus dikalangan millenial serta terciptanya situasi kamseltibcarlantas yang kondusif menjelang pemilu 2024.
“Kami mengajak seluruh warga dan pengguna jalan untuk berperan aktif dalam mendukung Operasi Zebra Krakatau 2023 ini demi terciptanya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik di jalan raya” Ujar Umi ##




![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)
![Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan fasilitas produksi lokal di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (22/7) dengan kapasitas 5.000 unit per tahun. Pembangunan ini memperoleh dukungan dari pemerintah di tengah ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal alat berat di dalam negeri yang masih mencolok.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.13.11-225x129.jpeg)



![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-129x85.jpeg)
![Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan fasilitas produksi lokal di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (22/7) dengan kapasitas 5.000 unit per tahun. Pembangunan ini memperoleh dukungan dari pemerintah di tengah ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal alat berat di dalam negeri yang masih mencolok.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.13.11-129x85.jpeg)




