BANDAR LAMPUNG— Pemerintah Provinsi Lampung terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan hasil pemantauan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Provinsi Lampung tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen pada minggu kedua Maret 2026.
Rapat koordinasi tersebut diikuti Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, dari Ruang Command Center Lantai 2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, Senin (16/3/2026)
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, kenaikan IPH di Lampung dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan utama yang mengalami peningkatan harga. Angka kenaikan IPH di Provinsi Lampung masih dibawah rentang yang aman (1,5%-3,5%) dan berada di 10 terendah dari 25 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH.
Di tingkat kabupaten, dua daerah di Lampung tercatat mengalami kenaikan IPH cukup signifikan, yakni Kabupaten Lampung Tengah sebesar 2,18 persen dan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 1,79 persen.
Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga beberapa komoditas pangan strategis, di antaranya daging sapi, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Ateng Hartono menjelaskan bahwa periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri memang secara historis selalu diikuti kenaikan inflasi, terutama dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
“Dalam lima tahun terakhir, kelompok makanan, minuman, dan tembakau hampir selalu memberikan kontribusi terhadap inflasi selama Ramadan. Pada Februari 2026, kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,45 persen,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sejumlah komoditas yang menjadi pendorong inflasi nasional pada periode Ramadan, antara lain daging ayam ras, beras, telur ayam ras, serta beberapa komoditas pangan lainnya. Sementara untuk kelompok nonpangan, inflasi turut dipengaruhi oleh komoditas emas perhiasan dan sigaret kretek.
Secara nasional, lanjutnya, hingga minggu kedua Maret 2026 terdapat 222 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH, meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 204 daerah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah terus memantau langsung kondisi harga di pasar untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga menjelang Idulfitri.
“Kita harus terus turun ke pasar untuk mengecek harga secara langsung. Jika ada daerah yang kenaikannya jauh lebih tinggi dibanding wilayah sekitar, maka perlu segera dilakukan pengecekan dan langkah pengendalian,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memberi perhatian khusus pada komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.
Penulis : Desty
Editor : Nara
Sumber Berita : Pemprov Lampung
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















