TEHERAN/AMMAN-Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Selasa (1/9) malam menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan dan aset Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap sejumlah provinsi di Iran selatan sebelumnya pada hari yang sama, yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di Sepah News, outlet berita resmi korps tersebut, IRGC mengatakan bahwa “respons yang menimbulkan penyesalan terhadap para agresor” telah dimulai, sembari menyatakan sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper AS yang berstatus “musuh”.
Pasukan dirgantara IRGC juga melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke Kamp Titin di Yordania dan Pangkalan Udara Shaikh Isa di Bahrain, yang dilaporkan menewaskan “sejumlah besar” tentara AS serta menghancurkan beberapa fasilitas utama dan helikopter tempur.
IRGC menekankan bahwa serangan AS hanya akan memperpanjang penutupan Selat Hormuz dan menjadikan angkatan bersenjata Iran kian bertekad untuk “menumpas pasukan asing yang campur tangan di jalur pelayaran tersebut.”
IRGC menyampaikan bahwa serangan itu dimulai setelah AS mengebom sejumlah lokasi sipil di pesisir selatan Iran “karena putus asa” serta sebagai tindakan balasan atas serangan “kriminal” dan mematikan AS terhadap sebuah acara pernikahan di Provinsi Hormozgan.
Angkatan Bersenjata Yordania (JAF) kemudian menuturkan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut pada Selasa malam berhasil mencegat dan menghancurkan 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayah udara Yordania dari Iran dalam beberapa jam terakhir.
Sebanyak tiga rudal lainnya jatuh di area terpencil yang jauh dari pusat permukiman, tanpa adanya laporan korban luka atau korban jiwa, menurut pernyataan JAF.
Mengutip pernyataan Ahmad Nafisi, wakil gubernur Hormozgan untuk urusan politik dan keamanan, kantor berita semiresmi Iran Fars melaporkan bahwa sedikitnya lima orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun dan seorang wanita, tewas sementara lebih dari 50 lainnya terluka akibat serangan AS yang menargetkan acara pernikahan di wilayah Sirik.
Beberapa ledakan terdengar di sejumlah provinsi di Iran selatan pada Selasa malam ketika Komando Pusat (CENTCOM) AS mengumumkan dimulainya serangan terhadap target-target IRGC melalui sebuah unggahan di platform media sosial X.
Ledakan terdengar di wilayah Sirik, Bandar Abbas, Qeshm, dan Jask di Provinsi Hormozgan; Konarak dan Chabahar di Provinsi Sistan dan Baluchestan; Jiroft di Provinsi Kerman; serta Asaluyeh di Provinsi Bushehr, lapor media Iran.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, menuturkan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagai balasan atas “agresi udara” AS, angkatan bersenjata Iran akan melancarkan hantaman yang “menghancurkan dan melumatkan” terhadap AS. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta

















