Indonesia Usung Lima Inisiatif Diplomasi Keagamaan di Forum BRICS

Selasa, 9 September 2025 | 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UIN RIL Sambut Lima Inisiatif Diplomasi Keagamaan Sekjen Kemenag di Forum BRICS, Dorong Kolaborasi Akademik Internasional

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Kamaruddin Amin, sukses menjalankan misi diplomatik pada Pertemuan Pemimpin Agama Komunitas Muslim negara-negara BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (4/9/2025).

Kehadiran Indonesia sebagai anggota baru BRICS menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat diplomasi keagamaan untuk menjawab tantangan global.

Pertemuan ini diikuti para perwakilan dari sepuluh negara BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Dari Indonesia, Kamaruddin hadir langsung ke Brasil dengan pembiayaan dari panitia pengundang.

Forum ini menghasilkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya nilai spiritual dan moral Islam, seperti saling menghormati, persaudaraan, dan kerja sama dalam kebaikan. Para pemimpin agama menyadari tanggung jawab mereka untuk memperkuat landasan moral masyarakat demi kesejahteraan bangsa dan generasi mendatang. Dimensi spiritual masyarakat diakui sebagai faktor kunci dalam membangun hubungan yang lebih dekat di lingkup BRICS.

Dalam paparannya, Kamaruddin menyampaikan pengalaman Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Indonesia mampu dan cakap dalam menjaga keberagamannya. Masyarakatnya yang penuh warna dapat terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keragaman agama dan keyakinan, pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat dan toleran,” ujarnya.

Baca Juga:  Kodam XXI/Radin Inten Gelar Pentas Seni Budaya Peduli Bencana Sumatra

Dari pengalaman tersebut, Kamaruddin mengajukan lima inisiatif strategis sebagai kontribusi Indonesia dalam kerja sama BRICS. Pertama, membangun Pusat Pengetahuan Islam BRICS, yaitu platform daring untuk berbagi hasil penelitian tentang teologi dan isu-isu lintas negara.

Kedua, Program Pertukaran Ulama Muda, yakni beasiswa satu tahun untuk rotasi sarjana atau ulama muda di negara anggota BRICS.

Ketiga, Kemitraan Zakat dan Wakaf BRICS, yang mengintegrasikan zakat, wakaf, dan Corporate Social Responsibility (CSR) guna mengoptimalkan potensi filantropi.

Keempat, inisiatif Ekoteologi, Ketahanan Pangan, dan Halal, berupa riset kolaboratif mengenai restorasi lahan kritis, konservasi air, dan pertanian halal berkelanjutan.

Kelima, Festival Budaya Jalur Sutra Spiritual, yang menampilkan seni Islam, kuliner halal, dan warisan budaya untuk memperkuat diplomasi budaya.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph D, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, kehadiran Indonesia dengan lima inisiatif ini menunjukkan kontribusi nyata Muslim Indonesia di kancah internasional.

Prof. Wan Jamaluddin menyebut Brasil menjadi saksi ketika Sekjen Kamaruddin memperkenalkan lima inisiatif strategis Indonesia yang menekankan pentingnya harmoni, solidaritas, serta kerja sama lintas negara. Serta dapat menjadi penguatan peran akademik perguruan tinggi Islam.

Baca Juga:  UIN RIL Gelar Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis ke-57 dan HAB ke-80

Rektor berharap inisiatif itu dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk di bidang akademik dan riset. Ia juga menilai inisiatif ekoteologi sejalan dengan identitas UIN RIL sebagai kampus hijau yang menekankan kepedulian pada isu lingkungan.

“Kami melihat inisiatif ini sejalan dengan visi UIN RIL untuk menjadi rujukan internasional dalam pengembangan ilmu keislaman yang integratif, multidisipliner, dan berwawasan lingkungan pada tahun 2035. Diplomasi keagamaan yang digagas Indonesia memberi ruang bagi pertukaran ilmu, riset kolaboratif, dan kontribusi akademik yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, inisiatif seperti pusat pengetahuan Islam, pertukaran ulama muda, hingga riset ekoteologi dan ketahanan pangan halal, memberi peluang bagi perguruan tinggi Islam untuk ikut terlibat langsung dalam agenda global.

“Harapannya, diplomasi keagamaan Indonesia ini tidak hanya memperkuat persaudaraan lintas bangsa, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masa depan bumi dan kemanusiaan,” pungkasnya.


Penulis : Desty


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship
MUSDA I JMSI Maluku Utara Resmi Digelar, Yusri Abubakar Terpilih Sebagai Ketua
Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Bank Lampung Lakukan Penguatan di Sektor Riil dan Kredit Pedesaan
Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan
Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian
Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas
Suherman Jabat Dishub Way Kanan
Membesuk Tahanan Izin Kejati? Haris Munandar: Mohon Dicabut

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 20:51 WIB

‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship

Senin, 12 Januari 2026 - 20:37 WIB

MUSDA I JMSI Maluku Utara Resmi Digelar, Yusri Abubakar Terpilih Sebagai Ketua

Senin, 12 Januari 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Bank Lampung Lakukan Penguatan di Sektor Riil dan Kredit Pedesaan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:49 WIB

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:02 WIB

Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Senin, 12 Jan 2026 - 16:49 WIB

#indonesiaswasembada

Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian

Senin, 12 Jan 2026 - 16:02 WIB