JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan perjalanan politik selama 25 tahun Partai Demokrat memberikan pelajaran perjuangan politik harus terus diuji. Selain itu, kepercayaan rakyat tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis melekat pada sebuah partai alias tidak diwariskan.
AHY menyampaikan hal itu saat merefleksikan perjalanan seperempat abad Partai Demokrat dalam pidato politiknya, Senin (7/9/2026). Menurut AHY, keberhasilan dalam politik tidak dapat diukur hanya dari seberapa keras suara yang disampaikan, banyaknya janji yang diberikan, maupun besarnya kekuasaan yang dimiliki.
Politik, kata dia, pada akhirnya harus dinilai dari dampak kebijakan dan keputusan yang diambil terhadap kehidupan masyarakat.
“Harapan rakyat sesungguhnya sederhana. Hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hidup hari esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah ukuran paling jujur bagi setiap pemimpin politik, setiap partai politik, dan setiap pemerintahan,” ujar AHY.
AHY mengatakan perjalanan 25 tahun Partai Demokrat memberikan pelajaran penting kepercayaan rakyat harus diperjuangkan setiap hari. Kepercayaan tersebut bukan sesuatu yang dapat diwariskan begitu saja, melainkan harus dibangun melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perjalanan seperempat abad Partai Demokrat juga mengajarkan kepada kita bahwa kepercayaan rakyat tidak diwariskan,” jelas AHY.
Menurut AHY, upaya memperoleh dan mempertahankan kepercayaan masyarakat harus dilakukan melalui gagasan yang relevan dengan kebutuhan rakyat, kebijakan yang berpihak, serta kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Karena itu, AHY menilai perjuangan politik tidak seharusnya berhenti pada upaya memenangkan kekuasaan. Politik harus memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik.
“Karena itu, tujuan politik bukan sekadar memenangkan kekuasaan. Tujuan politik adalah memenangkan masa depan rakyat,” tutur AHY.
AHY menekankan setiap pemimpin politik, partai politik, maupun pemerintahan harus menjadikan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai ukuran utama keberhasilan.
Dengan demikian, kekuasaan bukan menjadi tujuan akhir dalam politik. Kekuasaan harus digunakan untuk menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberikan perubahan nyata.
Refleksi AHY dalam momentum 25 tahun Partai Demokrat tersebut menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui konsistensi antara gagasan, kebijakan, dan kerja nyata.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty Efriyani
Sumber Berita : Jakarta

















