HKA Rampungkan Hotmix Jembatan Musi

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – Pembangunan Jembatan Musi sebagai bagian dari Proyek Jalan Tol Palembang – Betung terus menunjukkan progres positif. Dalam mendukung penyelesaian proyek tersebut, PT Hakaaston (HKA) melalui Unit Produksi Indralaya telah menyuplai 5.581,22 ton campuran beraspal (hotmix) untuk pekerjaan perkerasan jalan yang menghubungkan struktur utama jembatan dengan ruas jalan tol. Penyediaan material tersebut menjadi bagian dari kontribusi HKA dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

Jembatan Musi merupakan salah satu struktur utama pada ruas Jalan Tol Palembang – Betung di bawah naungan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) yang dibangun untuk meningkatkan kelancaran mobilitas serta memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pada pekerjaan tersebut, HKA memasok berbagai jenis campuran beraspal, meliputi Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan material aspal menggunakan aspal PG 70, yang diproduksi melalui Unit Produksi Indralaya sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, mengatakan bahwa kualitas material menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keandalan suatu infrastruktur sejak tahap konstruksi.

“Keandalan infrastruktur dibangun melalui kualitas yang dijaga secara konsisten sejak proses produksi hingga pelaksanaan di lapangan. Karena itu, setiap material yang diproduksi HKA melalui Unit Produksi Indralaya melewati pengendalian mutu agar memenuhi spesifikasi teknis dan mendukung umur layan infrastruktur secara optimal. Ikrar Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS) menjadi landasan kami dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan memberikan hasil terbaik bagi pengguna jasa,” ujar Martin.

Baca Juga:  Trump Sebut Konflik dengan Iran "Perkara Kecil"

Sepanjang pelaksanaan pekerjaan, Unit Produksi Indralaya memasok material secara bertahap sesuai kebutuhan proyek. Total pasokan mencapai 5.581,22 ton, terdiri atas 5.268,12 ton campuran AC-WC dan 307,10 ton material aspal yang digunakan pada beberapa paket pekerjaan. Konsistensi pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pelaksanaan pekerjaan perkerasan di lapangan.

Kapabilitas tersebut didukung oleh jaringan unit produksi HKA yang tersebar di berbagai wilayah strategis, didukung fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP), laboratorium pengujian material, serta sumber daya manusia yang kompeten dalam menghasilkan material beraspal sesuai standar mutu yang dipersyaratkan. Sinergi tersebut memungkinkan HKA menghadirkan pasokan material secara tepat mutu, tepat volume, dan tepat waktu pada berbagai proyek infrastruktur.

Menurut Martin, keberhasilan pembangunan infrastruktur diawali oleh kualitas setiap proses yang berlangsung sejak tahap produksi material.

Baca Juga:  "Bus Sekolah Air" Gratis di Bo'ai, Tiongkok

“Setiap proyek yang kami dukung menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas HKA sebagai perusahaan pengelola aset infrastruktur. Melalui konsistensi terhadap kualitas produk dan keandalan operasional kami terus menghadirkan nilai tambah bagi setiap infrastruktur yang kami layani. Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi HKA menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM),” tambah Martin.

Ke depan, HKA akan terus memperkuat kapabilitas unit produksinya dalam menyediakan material yang memenuhi standar mutu untuk berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Pengalaman mendukung pekerjaan pada sejumlah ruas jalan tol, jembatan, bandara, hingga proyek strategis nasional menjadi bekal bagi HKA untuk terus menghadirkan kualitas yang konsisten pada setiap pekerjaan. Melalui semangat Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS), HKA berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih andal, sehingga memberikan manfaat nyata berupa konektivitas yang lebih baik, mobilitas yang lebih lancar, serta pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi HKA menuju IM-V-IAM. []


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Palembang

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB