Heboh, Kemunculan Satwa Dilindungi Tapir di Kawasan Register 45 Mesuji

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jagat maya dan masyarakat Kabupaten Mesuji di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seekor tapir (_Tapirus indicus_), satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.[De]

Jagat maya dan masyarakat Kabupaten Mesuji di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seekor tapir (_Tapirus indicus_), satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.[De]

MESUJI – Jagat maya dan masyarakat Kabupaten Mesuji di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seekor tapir (_Tapirus indicus_), satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

Dalam rekaman tersebut, tapir tampak diam di badan jalan sehingga menimbulkan anggapan bahwa satwa tersebut sedang kebingungan. Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah warga yang melintas kemudian berupaya menghalau tapir tersebut agar tidak berada terlalu lama di badan jalan guna menghindari risiko tertabrak kendaraan. Setelah diarahkan secara perlahan, tapir akhirnya berlari meninggalkan lokasi dan kembali memasuki kawasan hutan di sekitar Register 45.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc., menjelaskan, berdasarkan keterangan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama, Irhamuddin, S.P., perilaku tapir yang terlihat diam atau bergerak perlahan bukan berarti satwa tersebut kebingungan. Tapir merupakan satwa nokturnal yang lebih aktif pada malam hari dan umumnya beristirahat pada siang hari. Oleh karena itu, apabila dijumpai pada siang hari, gerakannya dapat terlihat lambat atau tampak seperti mengantuk.

Selain itu, tapir memiliki kemampuan penglihatan yang relatif terbatas. Satwa ini lebih mengandalkan indera penciuman dan pendengaran untuk mengenali kondisi di sekitarnya. Karena itu, tapir sering berhenti sejenak, mengendus udara, lalu bergerak secara hati-hati sebelum melanjutkan perjalanan. Perilaku tersebut kerap disalahartikan sebagai tanda kebingungan atau kehilangan arah. Padahal, secara alami tapir merupakan satwa yang berkarakter tenang dan cenderung menghindari konflik. Saat berhadapan dengan manusia, tapir umumnya memilih menghindar daripada bersikap agresif.

Baca Juga:  Pemkab Gelar Pisah Sambut Kapolres Way Kanan   

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, S.Si., M.A., menyampaikan bahwa kemunculan tapir di sekitar Jalan Lintas Timur Register 45 menunjukkan masih adanya populasi satwa tersebut di lanskap hutan Mesuji. Namun demikian, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa habitat satwa liar berbatasan langsung dengan berbagai aktivitas manusia sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga kelestarian kawasan hutan beserta koridor alami yang menjadi jalur pergerakan satwa.

“Kemunculan tapir di sekitar jalan tidak selalu menunjukkan bahwa satwa tersebut keluar dari habitatnya atau kehilangan arah. Jalan tersebut berbatasan langsung dengan habitat alami tapir sehingga perjumpaan antara manusia dan satwa liar masih sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian habitat dan konektivitas koridor satwa merupakan bagian penting dalam upaya konservasi agar satwa dapat tetap bergerak, mencari pakan, dan berkembang biak secara alami tanpa memicu konflik dengan manusia,” ujar Agung.

Berdasarkan hasil survei dan identifikasi flora dan fauna yang dilaksanakan Seksi KSDA Wilayah III Lampung pada Januari 2024 di kawasan PT Silva Inhutani Lampung dalam rangka penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV), keberadaan tapir di kawasan Register 45 Mesuji memang telah teridentifikasi. Kemunculan tapir di badan jalan diduga berkaitan dengan aktivitas pergerakan satwa yang melintasi koridor habitatnya, yang berbatasan langsung dengan Jalan Lintas Timur. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan hutan, terutama pada pagi, sore, maupun malam hari ketika satwa liar berpotensi melakukan aktivitas.

Baca Juga:  Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga

Tapir merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengejar, menangkap, melukai, memberi makan, maupun mengganggu satwa liar yang dijumpai di jalan atau di sekitar permukiman. Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan satwa mengalami stres, bersikap defensif, atau berpindah ke lokasi yang lebih berbahaya.

Agung Nugroho juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada Balai KSDA Bengkulu, Resor KSDA terdekat, atau aparat pemerintah setempat apabila menjumpai satwa liar yang berada di sekitar permukiman maupun badan jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan satwa maupun masyarakat. Balai KSDA Bengkulu akan menindaklanjuti setiap laporan melalui langkah mitigasi dan kajian lapangan sesuai dengan prosedur penanganan konflik manusia dan satwa liar.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian habitat satwa liar serta meminimalkan gangguan terhadap koridor alami yang digunakan satwa untuk berpindah tempat. Meskipun terlihat tenang atau seolah-olah kebingungan, tapir merupakan satwa yang memiliki kemampuan mengenali jalur menuju sumber pakan, sumber air, dan lokasi berlindung di habitat alaminya. Dukungan seluruh pihak dalam menjaga habitat dan memberikan ruang gerak yang aman bagi satwa liar merupakan bagian penting dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.[]

Untuk informasi lebih lanjut.

Balai KSDA Bengkulu
Seksi KSDA Wilayah III Lampung (Call Center 08117997070)


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Mesuji

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power
Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual
Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla
Ketua DPR RI minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Kampus ITB Mesuji Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik Ini Tujuannya
Semarakkan HUT RI ke 81 dan Hari Jadi Desa ke 28, Pemdes Tirtalaga Gelar Open Turnament Bola Voli Putra 
Pangdam XXI Kerahkan Yonif TP 943 Padamkan Api di TNWK
ILUNI UI Membawa Pesan Pengabdian kepada Indonesia

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Ketua DPR RI minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Kampus ITB Mesuji Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik Ini Tujuannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Semarakkan HUT RI ke 81 dan Hari Jadi Desa ke 28, Pemdes Tirtalaga Gelar Open Turnament Bola Voli Putra 

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Catatan Perjalanan Karhutla Mr Presiden

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:34 WIB

KKN UIN RIL di Kupang Kota Bandarlampung Ubah Jelantah Jadi Lilin [eko]

#indonesiaswasembada

Mahasiswa KKN Latih Buat Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Senin, 24 Agu 2026 - 19:31 WIB

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas  gabungan terus dilakukan. [sony]

#indonesiaswasembada

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agu 2026 - 17:02 WIB

ILustrasi Gejolak Thailand Selatan

#indonesiaswasembada

Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada

Senin, 24 Agu 2026 - 14:19 WIB