Presiden Prabowo: Penanganan Karhutla dari Waterbombing hingga “Ubi Bombing” 

Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong jajaran pemerintah untuk terus mencari inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mengembangkan bahan pemadam alternatif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/08/2026).Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan agar sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatra Selatan dapat segera dipadamkan.

Kepala Negara meminta jajaran terkait mengevaluasi setiap kendala di lapangan dan segera mengajukan kebutuhan tambahan apabila diperlukan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo meminta BNPB dan BRIN mengkaji kemungkinan penggunaan bahan kimia atau material tertentu yang dapat digunakan untuk memadamkan maupun mencegah penyebaran api secara lebih efektif.

Menurut Kepala Negara, inovasi tersebut dapat digunakan oleh tim pemadam di lapangan dalam bentuk tabung semprot maupun metode lain yang lebih praktis.

Baca Juga:  Kunjungan Komisi IV DPR RI, Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Mitigasi Karhutla Taman Nasional Way Kambas

“Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya. Kita mau isinya, cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun, dia sudah bawa tabung-tabung itu. Mungkin lebih cepat,” kata Presiden Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong.

Bahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran, sekaligus digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal.

Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya (Pangdam II/Sriwijaya) Mayjen TNI Ujang Darwis turut melaporkan bahwa inovasi tersebut telah dipaparkan kepada jajaran terkait dan telah disampaikan kepada BNPB.

Meski kapasitas produksinya saat ini masih terbatas, bahan tersebut dinilai efektif dan berpotensi dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.

Baca Juga:  Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Kepala Negara juga meminta agar kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Kepala Negara.

Selain pengembangan inovasi bahan pemadam, Presiden Prabowo juga meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha dalam mendukung penanganan karhutla di Sumatra Selatan.

Berbagai dukungan dan metode penanganan akan terus dievaluasi agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan menyeluruh.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Berbagai metode penanganan akan terus dievaluasi sehingga karhutla dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 19:18 WIB

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Berita Terbaru

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB

#indonesiaswasembada

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:18 WIB