Harapan Warga NU Kegaduhan PBNU Segera Tuntas, Muktamar Sesuai Jadwal

Rabu, 3 Desember 2025 | 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Amin Said Husni, menyampaikan harapannya agar kegaduhan internal di tubuh PBNU segera mereda. Ia menegaskan bahwa PBNU siap menyongsong pelaksanaan Muktamar NU sesuai jadwal pada 2027 mendatang.

Amin menekankan pentingnya rekonsiliasi dan soliditas menjelang perhelatan organisasi terbesar di Indonesia tersebut.  “Untuk muktamar itu kami berharap ini segera selesai kegaduhan ini, semua menyatu kembali menyiapkan muktamar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya usai rapat koordinasi di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Saat ditanya kapan Muktamar NU akan digelar, Amin menegaskan bahwa jadwalnya tetap mengacu pada ketentuan organisasi. Artinya KH Yahya Cholil Staquf masih akan menjabat sebagai Ketua Umum PBNU hingga muktamar digelar. “Sesuai dengan jadwal,” ucapnya singkat.

Baca Juga:  Polres Mesuji Sembelih Hewan Kurban 6 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing

Ia kemudian menjelaskan bahwa masa kepengurusan saat ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) yang berlaku hingga Januari 2027. “Kalau menurut SK-nya itu kan sampai dengan Januari 2027. Itu persiapannya sebelum itu,” kata Amin

Menanggapi anggapan bahwa jadwal tersebut masih lama, Amin menilai waktu satu tahun justru tidak panjang untuk menyiapkan agenda sebesar Muktamar NU. “Satu tahun, nggak lama,” ujatnya.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Dengan demikian, seluruh kewenangan ketua umum kini berada sepenuhnya di tangan Rais Aam. Penegasan ini disampaikan Rais Aam usai rangkaian silaturahim dan sosialisasi hasil Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November 2025.

Baca Juga:  Sekber Gelar Sarasehan Jilid II Terkait Pajak

Sebanyak 36 PWNU yang hadir disebut telah memahami latar belakang keputusan tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada Rais Aam untuk menindaklanjutinya. Kiai Miftach menyebutkan, keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU telah sesuai dengan fakta dan kondisi yang sebenarnya, tanpa motif atau latar belakang lain di luar apa yang tertulis pada Risalah Rapat Syuriyah. Rais Aam juga memastikan roda organisasi tetap berjalan normal dengan rencana menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas
HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga
Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara
Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!
Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela
Puan: Pemadaman Bergilir Rugikan Rakyat
UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung Resmi Membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026
Gubernur Jatim Bersama JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:40 WIB

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12 WIB

HIPMI Gelar Munas di Bandar Lampung, Jamal: Semangat Pengusaha Pejuang Harus Terus Dijaga

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:06 WIB

Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:02 WIB

Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:01 WIB

Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:40 WIB

Oplus_131072

#indonesiaswasembada

Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:06 WIB

#indonesiaswasembada

Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:02 WIB

#indonesiaswasembada

Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:01 WIB