Guru Sejahtera, Pendidikan Berkeadaban

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Najib Maulana Al-Fikri

Dalam diskursus pendidikan kita, nasib guru sering kali menyerupai lagu lama yang diputar berulang-ulang: penuh melankoli, namun minim solusi. Kita kerap terjebak dalam romantisme “pahlawan tanpa tanda jasa”, sebuah eufemisme yang justru dapat melanggengkan pengabaian terhadap hak-hak dasar mereka. Padahal, jika kita merujuk pada visi “mencerdaskan kehidupan bangsa”, guru bukanlah aktor sekunder, melainkan elan vital yang menentukan arah peradaban.

Wajah pendidikan kita dewasa ini masih dihiasi raut muram ketimpangan gaji dan suramnya masa depan karier guru non-ASN. Namun, alih-alih terus meratapi kegelapan, kita perlu menyalakan lilin optimisme melalui literasi kebijakan yang lebih progresif dan inklusif.

Kebijakan dengan Sentuhan Empati

Sebagai penyelenggara negara, pemerintah tidak boleh sekadar pandai merumuskan narasi teknokratis yang dingin. Kebijakan pendidikan harus memiliki “ruh” dan empati. Di sinilah peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi krusial. Kehadiran negara harus dirasakan langsung di ruang-ruang kelas, bukan hanya melalui tumpukan regulasi di meja birokrasi.

Salah satu ikhtiar nyata yang tengah digulirkan adalah penguatan daya dukung finansial. Kenaikan insentif bagi guru honorer dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 bagi hampir 800.000 penerima, meskipun belum ideal, merupakan sinyal penting bahwa negara mulai “mendengar”. Kebijakan ini diperkuat dengan tunjangan profesi bagi sekitar 400.000 guru non-ASN serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebesar Rp2 juta per bulan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2026 Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Tunjangan Khusus Guru (TKG) sekitar Rp706 miliar—sebuah lompatan kenaikan sebesar Rp95 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar angka dalam APBN, melainkan investasi strategis untuk memastikan martabat pendidik tetap terjaga.

Dari Dimensi Ekonomi ke Profesionalitas

Kesejahteraan guru sejatinya mencakup tiga dimensi utama: finansial, emosional, dan profesional. Sebagaimana perspektif Botha dan Rahmi (2024), ketiga aspek ini saling berkelindan. Guru yang dapurnya aman akan memiliki kejernihan pikiran untuk berinovasi. Sebaliknya, guru yang pikirannya terbelah oleh tekanan ekonomi akan sulit menghadirkan pembelajaran yang menggembirakan.

Pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 253.000 guru PAUD nonformal menunjukkan bahwa pemerintah mulai menyisir segmen-segmen yang selama ini luput dari perhatian. Langkah ini sejalan dengan filosofi pendidikan berkeadilan: setiap tetes keringat pendidik, pada jenjang apa pun mereka mengabdi, layak mendapatkan apresiasi yang bermartabat.

Baca Juga:  Hibah 2026 Lampung Selatan, Pemkab: Penganggaran Mengacu Ketentuan

Menuju Ekosistem yang Lebih Baik

Ke depan, gelontoran dana ini tidak boleh berhenti pada penyerapan anggaran semata. Ia harus menyentuh “sumsum” kualitas pendidikan. Kita mendambakan terciptanya ekosistem pendidikan di mana guru honorer tidak lagi dipandang sebelah mata. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar tambahan penghasilan ini tidak “tersesat” di tengah jalan.

Kita perlu menciptakan ruang tumbuh bagi guru untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Tahun 2026 harus menjadi momentum perluasan oase kesejahteraan hingga ke seluruh pelosok negeri. Jika kesejahteraan guru tertangani dengan baik, profesi guru akan kembali menjadi pilihan utama bagi putra-putri terbaik bangsa, bukan sekadar “pilihan terakhir” karena desakan keadaan.

Pada akhirnya, memuliakan guru adalah cara kita memuliakan masa depan. Pendidikan bermutu hanya akan lahir dari tangan-tangan guru yang bahagia dan sejahtera. Mari kita kawal ikhtiar ini bersama, agar fajar pendidikan Indonesia kian terang mencerdaskan sekaligus mencerahkan.

 

*)Pemerhati Pendidikan dan Pengasuh Pontrenmu Darul Hikmah Purbolinggo, Lampung Timur


Penulis : Najib Maulana Al-Fikri


Editor : Ahmad Novriwan


Sumber Berita : Najib Maulana Al-Fikri

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri
GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
Lampung Dorong Hilirisasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Zulhas : Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Dan Beras Subsidi Hadapi Kemarau
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 September 2026 - 18:40 WIB

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 September 2026 - 16:06 WIB

GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terbaru

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), yang tewas akibat serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:43 WIB

Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]

#indonesiaswasembada

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:40 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:12 WIB