Gesit Yudha : Airlangga Mundur Sarat Spekulasi

Senin, 12 Agustus 2024 | 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG – Mundurnya Airlangga Hartarto dari Partai Golkar jadi isu seksi pada pekan ini. Pernyataan pengunduran diri orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini menuai tanggapan berbagai kalangan.

Pengamat politik, Gesit Yudha, yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi Islam negeri di Provinsi Lampung itu menilai pengunduran diri Airlangga menjadi jawaban atas dinamika internal kader Golkar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada masa kepemimpinan Joko Widodo ini saat menakhodai Partai Golkar dinilai berhasil memajukan dan meningkatkan eksistensi partai dari tingkat daerah maupun pusat.

Baca Juga:  Wagub Jihan Pastikan Jalan Pringsewu 2029 Mantap 100%

“Airlangga juga dikenal berhasil menjaga kesolidan partai dan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk dengan partai koalisi lainnya. Ia aktif dalam mengkonsolidasikan kekuatan partai di berbagai daerah dan mendorong penguatan organisasi melalui proses pengkaderan yang berjenjang,” kata Gesit, kepada lintaslampung, Senin, 12 Agustus 2024.

Kendati demikian, kepemimpinan Airlangga tidak terlepas dari tantangan dan kritik. Beberapa kader internal Golkar mengkritik gaya kepemimpinannya yang dianggap kurang tegas dan kurang mampu merangkul seluruh elemen partai politik. Ada juga isu ketidakpuasan dalam strategi pemenangan dalam menghadapi pilpres 2024, Dimana Golkar memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga:  “Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi"

“Dengan adanya pengunduran diri oleh ketum Golkar secara tiba-tiba tentu mengejutkan publik dengan adanya berbagai macam spekulasi dan asumsi publik oleh masyarakat luas,” imbuhnya.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Anis


Sumber Berita : Gesit Yudha

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK
Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan
Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak
Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026
DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera
Hadapi El Nino, Lampung Perkuat Mitigasi dan Penyuluh Pertanian
HAJI 2026: Rieke Apresiasi Layanan Jamaah Lansia 
Kasum TNI Periksa 25 Kontainer Hasil Tangkapan AL di Batam

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:52 WIB

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:43 WIB

Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

#indonesiaswasembada

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

#indonesiaswasembada

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB