Faskes IPJT RSUP M Djamil Belum Berimbang dengan Banyaknya Antrian Pasien

Kamis, 5 Oktober 2023 | 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Heri Suroyo

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama mengatakan, saat ini kondisi fasilitas kesehatan yang ada di RSUP Dr M Djamil, khususnya mengenai Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) masih kurang berimbang dengan jumlah antrian pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut. RSUP Dr M Djamil merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk sebagai pusat pelayanan jantung di regional Sumatera dan juga sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera bagian tengah.

“Fasilitas yang ada didalam Rumah Sakit M Djamil di Kota Padang ini begitu luar biasa, tetapi masih tidak seimbang dengan antrian pasien yang begitu besar untuk mendapatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit ini. Dari paparan Direktur Utama RSUP M Djamil disampaikan bahwa Rumah Sakit ini menjadi rumah sakit rujukan, tidak hanya di Sumatera Barat tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan di Sumatera bagian tengah yang meliputi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Utara bagian selatan, dan sekitarnya,” jelas Ade di Kota Padang, Sumatera Barat.

Baca Juga:  Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi

Dikatakannya, Komisi IX DPR RI melihat bahwa ada beberapa penyakit yang jumlah kasusnya cukup tinggi, diantara adalah penyakit jantung. Oleh karena itu Rumah Sakit M Djamil sudah memiliki infrastruktur gedung yang cukup mumpuni tetapi belum mempunyai yang dan alat-alat kesehatan dasar untuk memberikan pelayanan dasar jantung terpadu.

“Komisi IX datang untuk memberikan support dan dukungan termasuk diantaranya hadir pejabat eselon I Kementerian Kesehatan RI. Dan kami di Komisi IX tentu memiliki politik anggaran untuk dapat memberikan support kepada rumah sakit yang memang benar-benar dibutuhkan bagi publik yang ada di sekitar,” ujarnya.

Ade berharap di tahun yang akan datang, fasilitas kesehatan untuk pelayanan jantung terpadu di Rumah Sakit M Djamil ini sudah dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

Sementara itu terkait pertemuan Komisi IX DPR dengan Gubernur Sumatera Barat, Ade menyampaikan, salah satu pokok pembahasannya adalah mengenai masalah stunting di provinsi Sumatera Barat, dimana menurut data yang ada di sistem aplikasi online Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), disebutkan bahwa telah terjadi penurunan angka stunting di Sumatera Barat yang cukup signifikan, yakni sudah mencapai single digit yaitu 99,9%.

“Namun hasil ini tidak selaras dengan hasil yang diterbitkan oleh BKKBN dan juga Kementerian kesehatan Republik Indonesia melalui status survei gizi. Kami mengira bahwa kedua hasil tersebut bisa menjadi dasar perhitungan dan pertimbangan bagi pemerintah provinsi untuk terus tidak berpuas diri. Pemerintah Provinsi dapat saling bersinergi dan bersatu-padu dalam menurunkan angka stunting ini,” pungkasnya. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB