DPR; Operasi Pasar Pemerintah “Pemadam Kebakaran”

Rabu, 11 Januari 2023 | 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Meroketnya sejumlah harga kebutuhan pokok diawal tahun 2023 mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Firman pun selalu mengingatkan kepada Pemerintah, kebutuhan pokok itu adalah suatu yang fundamental, sehingga itu tidak boleh terjadi kelangkaan dan tidak boleh terjadi kekurangan karena pangan itu adalah amanat konstitusi itu kunci dasarnya.

Politikus Partai Golkar ini bilang ada beberapa faktor yang menyebabkan harga-harga bahan pokok pangan mengalami kenaikan.

Pertama, memang produksi pertanian dalam negeri ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, kemudian juga memang produksi pertanian ini termasuk relatif masih tinggi biayanya karena petani kita saat ini masih bekerja secara konvensional.

Kemudian kedua, produksi pangan akhir-akhir ini mengalami penurunan akibat adanya anomali cuaca dan bencana dimana-mana otomatis ini akan berdampak kepada produksi petani nasional akhirnya menurun semisalnya akibat bencana banjir yang akan berdampak gagal panen itu akan makin banyak.

“Nah, ini harusnya diantisipasi oleh Pemerintah dan oleh karena itu, menurutnya operasi pasar itu sifatnya hanya seperti pemadam kebakaran hanya mengatasi sesaat saja dan harus ada strategi yg dilakukan secara kesinambungan oleh Pemerintah/Kementerian pertanian dan Bappenas Bagaimana mengatasi hal-hal seperti ini banjir karena apa? disatu sisi hutan didaerah juga gundul mungkin juga ada faktor-faktor lain karena banyak didaerah program-program pembangunan tidak memperhatikan masalah lingkungan seperti terjadi di DKI Jakarta atau di Jawa Tengah yang achir3 ini dilanda banjir terus menerus “ujar Firman, Rabu (11/1).

Baca Juga:  Israel dan Lebanon Lakukan Perundingan di Roma

Disisi lain, dalam masalah kenaikan harga bahan pokok ini Politikus dan Waketum Partai Golkar ini meminta kepada Pemeritah tidak hanya hanya menggenjot pendapatan daerah dari aspek pungutan-pungutan retribusi dari industri pajak daerah itu sendiri tapi faktor lain tidak diperhitungkan seperti dampak atau penyebab terjadinya banjir yang berakibat kepada petani kita semakin sulit dan sengsara ini harus kita pikirkan secara serius.

Terkait infrastruktur sektor pertanian itu juga penting kata Firman, oleh karena itu ketahanan pangan utuk menuju kedaulatan pangan itu adalah sebuah keniscayaan.menurutnya, rencana kerja Pemerintah harus betul-betul mendesain konsep pembangunab sektor pertanian dengan konsep hulu sampai hilir serta perlu adanya evaluasi yang bekesinambungan dan evaluasi ini untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan masa lalu yang tidak bisa memberikan efek positif bagi petani harus diperbaiki dan kemudian memberikan kemudaha dan fasilitas petani didaerah.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual

Oleh karena itu efek impor pangan ini juga menimbulkan persoalan yang serius seperti secara psikologis petani yang sedang semangat 2nya utk bertani karena dipastikan harga jual tidak bergairah dan tidak mampu bersaing dengan produk pangan import yg harganya relatif lebih murah.

Rilis PBB bahwa pangan adalah hak asasi manusia oleh karenanya kalau kebutuhan pokok pangan ini tidak tersedia maka Pemerintah harus bertanggungjawab. Oleh karena itu persoalan pangan adalah persoalan yang seriud dan harus menjadi prioritas dan Pemerintah perlu merumuskan kembali rencana pembangunan sektor pertanian mulai dari infrastruktur hulu sampai hilir dan berkesinambungan,” tegas Legislator dari Dapil Jateng III ini. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege
Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok
Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung
CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar
Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar
Calon Ketum PBNU Sepakat Gunakan AHWA jika tak Mufakat
Pelantikan JMSI Sumbar 2026: Perkuat Barisan Media Siber, Lima Tokoh Raih JMSI Awards
Gubernur Mirza Dorong Teknologi Tepat Guna untuk Percepat Hilirisasi Komoditas Lampung

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:51 WIB

BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:55 WIB

CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 28 Agustus 2026 ini menunjukkan pemandangan area di sekitar danau bendungan alami yang terbentuk usai tanah longsor di hulu Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:14 WIB

#indonesiaswasembada

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:00 WIB

Tim Bertalenta Jersey Berbudaya Siap Rebut 3 Besar [PL]

#indonesiaswasembada

CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar

Sabtu, 29 Agu 2026 - 22:55 WIB

Bhayangkara Presisi Pasang Target 3 Besar di musim depan [PL]

#indonesiaswasembada

Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar

Sabtu, 29 Agu 2026 - 22:47 WIB