BANDAR LAMPUNG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu menggelar kegiatan tausiyah Ramadhan bertema “Penguatan Spiritual dan Integritas dalam Bekerja” di Aula Sakai Sambayan, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menghadirkan Ustadz Muhamad Kumaidi, M.H.I., Dosen Agama Islam Institut Teknologi Sumatera (ITERA), sebagai pemateri. Tausiyah diikuti oleh pimpinan dan pegawai di lingkungan Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu dengan penuh antusias.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhamad Kumaidi menyampaikan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum pembentukan karakter, penguatan integritas, dan peningkatan tanggung jawab dalam bekerja.
“Puasa melatih kejujuran, kesabaran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang harus tercermin dalam dunia kerja, terutama bagi aparatur yang memegang amanah pelayanan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa integritas dalam bekerja merupakan bagian dari nilai ibadah. Menurutnya, seorang Muslim tidak cukup hanya menjaga ibadah secara pribadi, tetapi juga harus menghadirkan nilai-nilai Ramadhan dalam perilaku profesional, seperti disiplin, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui tausiyah, diskusi, tanya jawab, refleksi nilai Ramadhan, doa bersama, serta buka puasa bersama. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Pimpinan Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun budaya kerja yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan spirit Ramadhan yang mengajarkan pengendalian diri dan tanggung jawab moral.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa ibadah Ramadhan seperti puasa, shalat, tilawah Al-Qur’an, dan kepedulian sosial memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan etos kerja profesional. Nilai kejujuran, anti korupsi, akuntabilitas, dan pelayanan yang amanah menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan.
Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta tentang pentingnya mengintegrasikan nilai spiritual dengan profesionalisme kerja. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas ibadah, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjadi sarana pembinaan mental-spiritual, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antarpegawai melalui buka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan budaya kerja yang religius, harmonis, dan kolaboratif.
Ustadz Muhamad Kumaidi berharap nilai-nilai Ramadhan tidak berhenti sebagai ibadah tahunan, tetapi dapat menjadi budaya kerja sehari-hari di lingkungan birokrasi.
“Ramadhan harus melahirkan pribadi yang lebih jujur, lebih disiplin, lebih amanah, dan lebih peduli. Itulah makna spiritualitas yang hidup dalam pekerjaan,” pungkasnya.

















