Laporan : Vina

Bandar Lampung –Pemerintah akan melaksanakan percontohan pemberian antivirus pada ibu hamil guna mencegah terjadinya transmisi virus hepatitis B dari ibu ke anak.

Percontohan pemberian antivirus pada ibu hamil dilaksanakan mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 di rumah sakit dan Puskesmas pada 6 provinsi dan 10 kabupaten/kota.

Pelaksanaan percontohan pemberian antivirus pada ibu hamil dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni

  1. Jawa Barat : RSUD Kota Bandung dan Puskesmas Arcamanik Kota Bandung;
  2. DKI Jakarta : Puskesmas Cengkareng dan RSUD Taman Sari Jakarta Barat; Puskesmas Tanah Abang dan RSUD Kemayoran, Jakarta Pusat; Puskesmas Kebayoran Lama dan RSUD Tebet Jakarta Selatan; Puskesmas Cakung dan RSUD Kramat Jati Jakarta Timur; Puskesmas Tanjung Priok dan RSUD Koja Jakarta Utara;
  3. Sulawesi Selatan : Puskesmas Sudiang Raya dan RSUD Labuang Baji Kota Makassar;
  4. Jawa Timur : Puskesmas Sememi, Puskesmas Wonokusumo, RSUD dr. Mohamad Soewandhie, RSUD dr. Soetomo Kota Surabaya;
  5. Kalimantan Selatan : Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin.
  6. Lampung : RSUD Hj. Abdul Moeloek, Puskesmas Way Kandis, dan Puskesmas Gedong Air Kota Bandar Lampung;

Penularan hepatitis B dari ibu yang terinfeksi kepada anak merupakan salah satu penyebab tingginya prevalensi hepatitis B di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi hepatitis B (HBsAg) secara umum sebesar 7,1% pada penduduk Indonesia.

Selain itu, terdapat sekitar 820 ribu kematian pada tahun 2019 akibat sirosis hati dan kanker hepatoseluler (kanker hati) karena infeksi virus hepatitis B.

Bayi yang terinfeksi virus hepatitis B memiliki risiko lebih dari 90% – 95% berkembang menjadi hepatitis B kronik. Sementara yang terinfeksi setelah usia 5 tahun jarang (<5%) mengalami infeksi kronik. Oleh karena itu, transmisi vertikal atau dari orangtua ke anak berkontribusi untuk sekitar 50% dari beban penyakit hepatitis B secara global.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan diperlukan upaya tambahan untuk mencegah transmisi virus hepatitis B dari ibu ke anak di samping upaya imunisasi hepatitis B yang diberikan pada bayi lahir.

“Upaya tambahan tersebut salah satunya melalui penggunaan antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate yang telah terbukti keamanan dan efektifitasnya,” ujar Menkes Budi.

Baca Juga:  Kabidhumas Beri Materi Kehumasan di DJBC Sumbagbar

Dalam rangka penggunaan antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate pada ibu hamil dengan hepatitis B, sebagai langkah awal dilakukan kegiatan percontohan pada rumahsakit dan Puskesmas di beberapa provinsi dan kabupaten/kota.

Menkes Budi mengeluarkan surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/15/2023 tentang Percontohan Pemberian Antivirus pada Ibu Hamil untuk Pencegahan Transmisi Virus Hepatitis B dari Ibu ke Anak.

Percontohan pemberian antivirus pada ibu hamil dilakukan dengan memberikan obat antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate kepada ibu hamil dengan HBsAg positif, dengan kadar virus sama atau lebih dari 200.000 IU/mL (5,3 log10 IU/mL), atau dengan Hepatitis B e-Antigen (HBeAg) positif selama trimester ketiga kehamilan sampai dengan 1 (satu) bulan setelah melahirkan.

Pelaksanaan pemberian obat antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate kepada ibu hamil dengan HBsAg positif dilakukan oleh dokter umum yang terlatih pada fasilitas kesehatan tingkat pertama atau dokter spesialis penyakit dalam pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut, dan dilaksanakan oleh tim kerja yang ditetapkan oleh pimpinan di fasilitas pelayanan kesehatan

Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah percontohan melaporkan sudah melakukan persiapan logistik vaksin yang digunakan untuk vaksinasi hepatitis ibu hamil.

“Sebagai daerah percontohan pemberian antivirus hepatitis B bagi ibu hamil persiapan sudah dilakukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, di Bandarlampung, Jumat (13/01/23).

Dia menjelaskan dengan adanya tiga fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi percontohan pemberian antivirus hepatitis B kepada ibu hamil, diharapkan vaksinasi tersebut nantinya akan meluas ke fasilitas pelayanan kesehatan dan kabupaten lainnya di Lampung.

“Karena masih percontohan jadi sedikit dahulu yang melakukan pemberian antivirus tersebut,” tambahnya.

Menurut dia dalam mempersiapkan penyelenggaraan pemberian antivirus hepatitis B kepada ibu hamil telah disiapkan pula tenaga vaksinator yang ahli di bidangnya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, dan telah disiapkan juga vaksinator yang ahli di bidangnya untuk memberikan antivirus hepatitis B kepada ibu hamil di sini,” ucapnya lagi.##

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini