Dikawal 900 Polisi, Unjuk Rasa Mahasiswa di Lampung Berakhir Damai

Jumat, 23 Agustus 2024 | 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 900 personel gabungan dari Polresta Bandarlampung dan Polda Lampung dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Jumat (23/08/2024).

Aksi yang berlangsung dari pagi hingga sore ini diinisiasi oleh Aliansi Lampung Menggugat, yang menolak rencana revisi Undang-Undang oleh Badan Legislasi DPR RI.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung berunjuk rasa dengan membawa spanduk dan berorasi menyuarakan aspirasi mereka.

Meskipun sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi, aparat keamanan berhasil meredakan situasi melalui pendekatan humanis dan dialogis.

Baca Juga:  Mesir dan Arab Saudi Bahas Keamanan Regional

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Abdul Waras, menjelaskan bahwa pihaknya mengutamakan langkah persuasif dalam mengamankan aksi tersebut.

“Kami berfokus pada dialog dan pemahaman terhadap aspirasi mahasiswa. Tujuan kami adalah memastikan aksi ini bisa berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Kombes Abdul Waras.

Kombes Abdul Waras juga menekankan pentingnya kesabaran dan pendekatan yang bijaksana dari personel kepolisian di lapangan.

“Kami selalu mengingatkan anggota untuk tidak mudah terpancing emosi dan mengedepankan langkah-langkah humanis dalam menghadapi massa,” tambahnya.

Baca Juga:  Tradisi Penghormatan Leluhur Hantu Lapar di Medan

Aksi unjuk rasa ini pun berakhir dengan damai, dengan para pengunjuk rasa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka.

Kapolresta Bandarlampung mengapresiasi kerjasama yang baik antara mahasiswa dan kepolisian.

“Kami berterima kasih kepada para mahasiswa yang telah berunjuk rasa dengan tertib dan juga kepada personel yang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” pungkasnya.

Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan efektivitas pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa di Lampung.


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan
Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran
Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan
Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama
Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur
DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:56 WIB

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 September 2026 - 21:52 WIB

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 September 2026 - 21:25 WIB

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 September 2026 - 21:21 WIB

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 Sep 2026 - 21:56 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 Sep 2026 - 21:52 WIB

Jurnalis Simpulindonesia.com melaporkan penanggung jawab PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhamad Aris alias Pongki, ke Polda Sultra.

#indonesiaswasembada

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:32 WIB

WARGA Iran sumpah setia dengan pemimpinn barunya, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran. [Xin]

#indonesiaswasembada

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 Sep 2026 - 21:25 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:21 WIB