Di Mesuji, Ganjar Kunjungi Gedung Boga

Minggu, 23 Januari 2022 | 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Mata K Afkar

MESUJI — Ganjar Pranowo yang juga Ketua Umum Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA) Indonesia mengunjungi Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji. Adapun lawatannya ke Bumi Ragab Begawe Caram itu dalam rangka kunjungan salah satu desa Inklusi yang ada di Mesuji tepatnya di desa Gedung Boga kabupaten Mesuji Sabtu (22/01).

Turut Hadir dalam acara tersebut Bupati Mesuji H Sapli TH, Wakil Bupati Mesuji Haryati Chandra Lela, Kapolres Mesuji AKBP Yuli Haryudo, Kepala Dinas PMD Anwar Pamuji, Camat Way Serdang, para kepala desa se-kecamatan setempat, dan seluruh masyarakat desa Gedung Boga.

Baca Juga:  488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Ganjar menyempatkan diri melakukan penanaman pohon di lapangan sirkuit desa setempat. Usai menanam pohon, kegiatan selanjutnya Gubernur Jawa Tengah ini melakukan diskusi dengan warga desa Gedung Boga, terkait desa Inklusi salah satunya menyoroti Usaha Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM).

Dalam sambutanya, Ganjar meminta Kagama Kabupaten Mesuji melakukan pendampingan dengan baik, sehingga UMKM Mesuji dapat berkembang serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Selain rasa dari produk makanang harus kita jaga kualitasnya, tetapi kita juga harus bisa mengemas produk makanan tersebut dengan sebaik mungkin agar terlihat lebih menarik dan berkualitas,”harapnya.

Baca Juga:  Jokowi Akhirnya Tunjukkan Ijazah Di Persidangan Roy Suryo Di PN Jaktim

Ditempat yang sama Kepala Desa Gedung Boga Yulida Sriwahyuni, mengaku senang dan mengapresiasi kunjungan ketua Kagama ke desanya, sehingga kedepan predikat inklusi yang disandang Gedung Boga bermanfaat bagi masyarakat.

“Setelah disosialisasikan saya memang bersama masyarakat langsung berupaya sekuat tenaga untuk mengembangkan desa inklusi yang ramah bagi semua pihak baik masyarakat marginal dan difabel. Alhamdulillah, jika KAGAMA berkenan untuk melakukan pendampingan kedepannya,” tandasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB