Di Belarusia dan Bahrain Puan Bicara Ketahanan Pangan Hingga Perlindungan WNI

Selasa, 4 Maret 2025 | 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Asian Parliamentary Assembly (APA) yang digelar di Baku, Azerbaijan. Di sela-sela forum parlemen negara-negara di Asia itu, Puan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Belarusia dan Ketua Parlemen Bahrain.

Pertemuan Puan dengan Ketua Parlemen Belarusia dan Ketua Parlemen Bahrain dilakukan secara terpisah di sela-sela APA Pleanary Meeting ke-15 yang digelar di Milli Majlis Azerbaijan, Baku, Rabu (19/2/2025). Pertama, Puan bertemu dengan Ketua Dewan Republik, Majelis Nasional Republik Belarusia, Natalia Koschanova.

“Kami meyakini, pertemuan ini dapat memberi kontribusi bagi penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarusia, termasuk hubungan antar parlemen,” kata Puan seperti dalam keterangan tertulisnya Rabu (19/2).

Hubungan bilateral Indonesia dan Belarusia diketahui telah berkembang pesat selama tiga dekade terakhir di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, dan pariwisata. Puan menilai RI-Belarusia dapat menjajaki peningkatan di beberapa bidang kerja sama utama kedua negara, termasuk kemitraan antar-parlemen.

“Hubungan antar parlemen memiliki peran yang sangat penting untuk memfasilitasi kerja sama antar-negara yang lebih kuat,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Menurut Puan, dialog DPR RI dan parlemen Belarusia dapat membahas topik terkini terkait tantangan demokrasi dan pelaksanaan pemilu di berbagai negara yang banyak dilakukan tahun 2024 lalu. Ia juga menyinggung pentingnya isu perempuan, apalagi Indonesia dan Belarusia sama-sama memiliki Ketua Parlemen perempuan.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Lantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan

“Negara-negara demokrasi harus mendorong kerja sama internasional lebih luas, dan tidak terjebak pada nasionalisme sempit, kebijakan unilateral,” jelas Puan.

“Parlemen kedua negara juga dapat berdiskusi tentang cara memberdayakan Perempuan di dunia politik. Kepemimpinan kita berdua, yaitu perempuan sebagai pimpinan parlemen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak- anak perempuan untuk terjun ke dunia politik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Puan menyatakan Indonesia menyambut baik dan mendukung keinginan Belarus untuk menjadi dialog partner/observer dalam APA. Hal ini mengingat Belarusia merupakan salah satu negara paling dinamis di Eropa Timur dan merupakan salah satu mitra dagang penting Indonesia di kawasan ini.

Terkait kerja sama ekonomi, Puan mendorong agar kedua negara mengekplorasi komoditas-komoditas alternatif, seperti kopi, buah-buahan tropis, produk perikanan, dan kerja sama motor listrik. Terutama karena Belarusia termasuk produsen besar dairy product.

“Indonesia bermaksud mencapai ketahanan pangan, dan memberi pasokan makanan bergizi bagi anak Indonesia. Dan hal ini dapat dilakukan dengan dilengkapi pasokan dairy product dari Belarusia,” terang Puan.

Baca Juga:  Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter

Menurut Puan, letak geografis Indonesia dan Belarusia yang strategis menghadirkan peluang untuk berkolaborasi.

“Indonesia bisa menjadi hub bagi produk Belarusia memasuki pasar Asia Tenggara. Dan Belarusia juga bisa menjadi pintu masuk bagi komoditas Indonesia ke pasar Eropa Timur,” ucapnya.

“Saya berharap dukungan parlemen Belarusia untuk perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU) untuk diselesaikan pada segera. Hal ini tentu akan membuka peluang ekonomi baru,” sambung Puan.
Sementara itu saat bertemu dengan Ketua Dewan Shura Kerajaan Bahrain, Ali Bin Saleh Al Saleh, Puan menyoroti meningkatnya total nilai perdagangan Indonesia-Bahrain di tahun 2024 hingga mencapai USD 239 juta.

“Saya mengapresiasi peningkatan nilai perdagangan ini, dan mendorong agar kita dapat meningkatkannya lagi di masa depan,” ujar Puan dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Bahrain.
Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Bahrain antara lain kendaraan bermotor, produk kertas, produk kayu, makanan, alas kaki, suku cadang mobil, garmen. Puan mendorong hubungan lebih erat antara pihak swasta kedua negara, untuk lebih saling mengenal potensi antara Indonesia dengan Bahrain.(*)


Penulis : Heri


Editor : Romi


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:18 WIB

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2026 ini menunjukkan tepian Sungai Seine yang tergenang banjir dengan Menara Eiffel di belakangnya di Paris, Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:18 WIB


Pengukuhan dan penyerahan plakat yang dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026 resmi menandai pembentukan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:14 WIB

Berita Utama

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Berita Utama

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:00 WIB

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:11 WIB