Demo Sopir Truk, Komitmen Kapolri Jend Listyo Sigit Dipertanyakan

Senin, 24 Januari 2022 | 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini mengingatkan para personel untuk menghindari pelanggaran aturan dalam setiap melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Anggota kepolisian sebagai representasi Negara, harus hadir sesuai harapan masyarakat.

Kapolri mengancam akan menindak tegas anggotanya bila melakukan pelanggaran. Bahkan, Kapolri menyatakan tidak segan-segan memecat anggotanya bila terbukti mencoreng nama institusi polri. Sanksi tegas tersebut ditekankan untuk melakukan perubahan di tubuh Polri.

“Rekomendasinya, saya pastikan untuk dipecat atau di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat; red). Saya kira ini jadi peringatan untuk komitmen bagi kita,” tegas Kapolri Listyo Sigit dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2021 yang diunggah melalui kanal YouTube @DIV HUMAS POLRI, sebagaimana dikutip, Minggu 23 Januari 2022.

Di sisi lain, pada Sabtu 22 Januari 2022 kemarin, ratusan sopir truk di Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, mempertanyakan komitmen Polri dalam menindak anggota dilapangan. Massa membeberkan dugaan adanya oknum polisi di balik tambang pasir ilegal di Banyuwangi.

Ratusan sopir truk tersebut secara terang-terangan menyebut nama oknum dimaksud, yakni Kanit Pidsus Ipda Nurmansyah di Polres Banyuwangi. Massa menggelar aksinya di Mapolresta setempat sambil membawa puluhan spanduk dan mendesak dilakukannya pemecatan terhadap Kanit Pidsus. “Kami para sopir bersama-sama menuntut Polresta Banyuwangi untuk memecat Kanit Pidsus yang dijabat oleh Nurman,” tegas Gus Ridwan, sapaan akrabnya, selaku pimpinan aksi saat menggelar demonstrasi sebagaimana dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Baca Juga:  Menengok Perayaan Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah

Menurut Gus Ridwan, oknum polisi di Mapolresta Banyuwangi selama ini mengontrol tambang-tambang galian C ilegal. Sopir truk disampaikan selama ini menjadi korban atas ulah oknum tersebut. Padahal selama ini mereka berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Banyuwangi.

Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Pilot Projects Indonesia yang digagas oleh organisasi Persatuan Dump Truk Banyuwangi (Perdumwangi) juga meminta tambang galian C yang ada di Banyuwangi agar ditata serta diarahkan, untuk kemaslahatan Banyuwangi kedepannya. “Kita tidak menuntut tambang-tambang itu ditutup. Namun kita menuntut supaya ditata. Akan tetapi fakta di lapangan, justru tambang-tambang yang ada di Banyuwangi, dirasa diarahkan kepada tujuan yang berbanding terbalik dengan apa yang kita harapkan,” tegas Gus Ridwan.

Baca Juga:  JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan

Ia membeberkan fakta yang terjadi di lapangan, dimana tambang-tambang kecil diinjak-injak namun keberadaan tambang yang besar justru disembah bagaikan raja. Pihaknya sudah melaporkan agar mereka juga ditindak, namun tidak laporan berkali-kali pun tidak pernah ditindaklanjuti. “Kapolri Jenderal Sigit sudah sangat tegas menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja Polri, namun tindakan anggota di lapangan justru mencoreng nama baik Polri. Apakah ini akan terus dibiarkan?,” kata Gus Ridwan.

Komitmen dimaksud merujuk pada janji yang pernah disampaikan Kapolri untuk membawa Polri ke arah Prediktif, Responsibilitas, dan Transparasi Berkeadilan (PRESISI) yang menjadi semboyan Polri dibawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit. “Pak Kapolri, apa yang terjadi di Banyuwangi ini bisa merusak Marwah dan nama baik Kepolisian Republik Indonesia. Mohon ditindaktegas dugaan adanya anggota kepolisian di tempat kami,” demikian Gus Ridwan.##

Berita ini telah dilakukan perbaikan sesuai kaidah Jurnalistik

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen
Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama
Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace
JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan
Palestina Ingatkan Dampak Pemangkasan Bantuan WFP di Gaza
Qatar: Kontak AS dan Iran Terus Berlangsung
Pertemuan Menteri Keuangan APEC Resmi Dibuka di Hong Kong

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:45 WIB

UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:29 WIB

JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Berita Utama

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:16 WIB

Berita Utama

Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:10 WIB

Berita Utama

UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Rabu, 21 Okt 2026 - 15:45 WIB

Berita Utama

Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace

Rabu, 21 Okt 2026 - 15:37 WIB