Catatan Ketua MPR RI Tentang Transformasi Orang Muda Merespons Perubahan Dunia Kerja

Selasa, 12 Maret 2024 | 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
TEKNOLOGI kecerdasan atau artificial intelligence (AI) yang perkembangannya demikian pesat menuntut orang muda Indonesia terus beradaptasi dan berkreasi, terutama karena teknologi kecerdasan berdampak signifikan terhadap proses produksi, bisnis dan dunia kerja. Negara hendaknya segera memfasilitasi orang muda untuk lebih mendalami pemahaman akan teknologi kecerdasan, guna menghindari kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dengan ketrampilan angkatan kerja era terkini dan di masa depan.

Perkembangan teknologi kecerdasan yang terus berproses tak hanya mengubah mekanisme dalam proses produksi, rantai pasok hingga bisnis dan perdagangan, namun juga terus mengubah kebutuhan dunia kerja pada kompetensi atau ketrampilan pekerja. AI memang diyakini tak akan pernah mampu mengungguli keunggulan komparatif manusia. Namun, demi efisiensi, akurasi dan kecepatan memenuhi permintaan pasar atau konsumen, peran signifikan AI tak terhindarkan lagi.

Konsekuensi logis dari progres berkelanjutan teknologi AI adalah tuntutan kepada semua orang muda untuk terus beradaptasi dan belajar mengikuti perkembangan, serta kreatif mengembangkan keterampilan. Sebab, ketika memasuki dunia kerja nantinya, orang muda era terkini menghadapi tantangan yang sangat berbeda dengan generasi orang tua mereka.

Baca Juga:  Respons Budi Arie, Gerindra: Kami Fokus Mengawal Program Prabowo yang Pro Rakyat

Orang muda terkini sudah berada dalam era teknologi digital, dan dunia kerja sudah mengandalkan teknologi kecerdasan. Dengan pesatnya teknologi kecerdasan, dunia kerja terus berubah, karena banyak pekerjaan dan ketrampilan manual di masa lalu tidak terpakai lagi. Maka, permintaan atau kebutuhan pasar kerja akan ketrampilan pekerja pun tak luput dari perubahan.

Sudah muncul perkiraan atau asumsi bahwa di masa depan, kesenjangan antara keterampilan pekerja dan kebutuhan dunia kerja akan terus terjadi. Perkiraan tentang kesenjangan ketrampilan ini hendaknya ditanggapi sebagai peringatan sekaligus dorongan kepada orang muda untuk tidak pernah lelah beradaptasi dengan roda perubahan.

Pada agenda pertemuannya tahun lalu, Forum Ekonomi Dunia memaparkan The Future of Jobs Report 2023. Paparan ini sudah dipublikasikan dalam skala yang luas dengan harapan mendapatkan perhatian dari semua pihak. Laporan itu memprediksi mahadata (bigdata) menempati peringkat teratas pada jenis teknologi digital yang bisa menciptakan lapangan kerja. Hasil survei juga mengindikasikan sektor bisnis melihat bahwa pekerjaan baru yang berkait dengan mahadata akan terus bertumbuh.

Baca Juga:  Xi : Sungai Nil Ibu Peradaban Mesir

Pertumbuhan itu akan ditandai dengan permintaan akan spesialis mahadata, keahlian pengelola data, spesialis analis data, tenaga spesialis pembelajaran mesin kecerdasan buatan, hingga tenaga profesional untuk keamanan siber. Pertumbuhannya diperkirakan rata-rata 30 persen pada 2027.

Selain itu, perdagangan elektronik atau e-dagang diyakini akan menjadi sumber keuntungan yang potensiel. Oleh karena itu, diperkirakan akan ada dua juta pekerjaan baru yang dibutuhkan, misalnya meliputi spesialis e-dagang, spesialis transformasi digital, serta spesialis pemasaran dan strategi digital.

Itulah gambaran sekilas peran signifikan kecerdasan buatan dan pentingnya pengumpulan serta pengelolaan mahadata pada bidang produksi, bisnis dan perdagangan. Kecenderungan yang sama pun akan terjadi pada sektor lain, seperti penawaran dan permintaan layanan kesehatan, transportasi publik hingga layanan publik yang bersumber dari regulator negara atau pemerintah.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri
GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
Lampung Dorong Hilirisasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Zulhas : Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Dan Beras Subsidi Hadapi Kemarau
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 September 2026 - 18:40 WIB

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 September 2026 - 16:06 WIB

GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terbaru

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), yang tewas akibat serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:43 WIB

Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]

#indonesiaswasembada

Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:40 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:12 WIB