LAMPUNG UTARA – Pelayanan Rumah Sakit Handayani Kotabumi dikeluhkan keluarga pasien. Pasalnya, saat calon pasien masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), tak satupun ditemukan perawat maupun dokter jaga.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.00 Wib. Sempat terjadi adu argumentasi antara kedua belah pihak yang diduga keluarga pasien adu mulut dengan pihak keamanan disana.
Menurut penuturan kerabat pasien, keluarganya mendatangi RS Handayani sekira jam tiga subuh, namun sesampainya di IGD rumah sakit, istri dari adiknya yang sedang mengalami pendarahan tidak mendapatkan tindakan pertolongan pertama dikarenakan perawat dan dokter jaga yang diduga sedang terlelap tidur di salah satu ruangan.
Keluarga pasien sempat mengabadikan peristiwa tersebut melalui rekaman video yang nampak jelas tidak ada satupun petugas tenaga kesehatan (Nakes) yang berada di lokasi.
“Istri adik subuh tadi sekitar jam 3 subuh masuk RS Handayani. Tapi pas sampai di IGD enggak ada sama sekali perawat dan dokter jaga, entah pada kemana. Mungkin sekitar 15 menit kami nyariin, ternyata mereka tidur. Termasuk security (satpam) juga enggak ada, jadi panik lah keluarga. Itu videonya ada,” beber keluarga pasien, kepada lintaslampung, Sabtu, (06/07).
Saat semua sedang kebingungan, sempat datang dua orang petugas kebersihan yang akhirnya membangunkan petugas kemanan setempat.
“Dibangunin satpamnya, nah disitu suaminya marah, terus satpam bangunin perawat yang tidur, baru mereka (perawat) keluar satu persatu. Nah, disitu baru ada penanganan,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak RS Handayani hingga saat ini masih bungkam terkait peristiwa yang terjadi. Humas RS Handayani saat akan dikonfirmasi sekira pukul 11.35 WIB tidak berada di ruang kerjanya. Pihak keamanan dan staf marketing mengatakan humas sedang ada keperluan.
“Humas sedang rapat di ruang atas bang,” kata Satpam.
“Humas kita lagi keluar bang, ada keperluan, jam istirahat juga,” ujar staf marketing disana.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih akan berupaya mengkonfirmasi guna mendapatkan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi di RS Handayani Kotabumi.##
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara
Sumber Berita : Lampung Utara



![Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyelenggarakan Bandar Lampung Expo sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus etalase promosi potensi daerah.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-18-at-09.19.47-225x129.jpeg)



![Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Pesawaran memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mempercepat inovasi, dan mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-17-at-13.34.48-225x129.jpeg)
![Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat 17 Juli 2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-17-at-13.05.27-225x129.jpeg)
![Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyelenggarakan Bandar Lampung Expo sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus etalase promosi potensi daerah.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-18-at-09.19.47-129x85.jpeg)



![Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Pesawaran memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mempercepat inovasi, dan mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-17-at-13.34.48-129x85.jpeg)


