Bulog Komitmen Jaga Kemandirian Pangan Dan Stabilitas Harga Beras

Rabu, 26 November 2025 | 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga kemandirian pangan nasional dan memastikan harga beras tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penegasan itu ia sampaikan dalam Forum Legislasi bertema “RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untukKemandirian Pangan Indonesia” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI, Rabu (26/11/2025)

Rizal menjelaskan bahwa semangat kerja Bulog berangkat dari arahan Presiden RI terkait pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mungkin berawal dari asas Bapak Presiden, karena di sini peran Bulog diawali bukan hanya dari tugas undang-undang, tetapi dari semangat beliau. Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa kemandirian pangan menjadi hal yang paling utama dan sentral untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga:  Prestasi Beruntun! Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

Menurut Rizal, dua cita utama yang harus dijaga Bulog adalah terpenuhinya kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Pembelian gabah dari petani harus memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Itu amanahnya,” katanya.

Rizal memaparkan bahwa Bulog menjaga harga beras dari Sabang sampai Merauke sesuai zonasi yang ditetapkan pemerintah.

Harga pembelian gabah di tingkat petani dipatok Rp6.500 per kilogram, sementara harga konsumsi dijaga agar tidak melebihi batas yang sudah diatur.

“Bagaimana menyenangkan petani dan bagaimana juga menyenangkan konsumen — dua-duanya harus win-win solution. Dengan harga Rp6.500 ini, petani di berbagai daerah, baik di Jawa, Sumatera, maupun NTB, merasa wajar dan cukup menguntungkan. Banyak petani bisa umrah, beli mobil, beli motor, bahkan ada yang menikah lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Komisi II DPR RI Target Selesai RUU Pilkada Tahun ini 

Di sisi lain, harga beras untuk konsumen juga dijaga tetap stabil dan terjangkau. “Ini yang terus kami jaga agar keseimbangan tetap terpelihara,” tambahnya.

Rizal mengungkapkan bahwa Presiden pernah menyampaikan harapan agar Bulog kembali kuat seperti era Bustanil Arifin.

“Beliau berpesan, ‘Rizal, bagaimana Bulog supaya hebat seperti zamannya Bustanil Arifin.’ Itu menjadi motivasi kami memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Polsek Mesuji Timur Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Penangkis Arah Pangkal Mas
Sat Lantas Polres Mesuji Gelar ‘TASI BERKAH PRESISI’, Bagikan Air Mineral di Simpang Pematang
Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka
Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga Terusan Nunyai
Strategi Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Distribusi, Inflasi Tetap Terkendali
Perang Timur Tengah, Ramadhan dan Turunnya Imam Mahdi?
Tahun I Mirza-Jihan Perkuat Fondasi Pembangunan
Sambut Tahun Kuda 2026, Plaza Asia Sulap Perkantoran Jadi Episentrum Akulturasi Budaya Tionghoa-Betawi

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:02 WIB

Polsek Mesuji Timur Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Penangkis Arah Pangkal Mas

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:00 WIB

Sat Lantas Polres Mesuji Gelar ‘TASI BERKAH PRESISI’, Bagikan Air Mineral di Simpang Pematang

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:55 WIB

Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:22 WIB

Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga Terusan Nunyai

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:01 WIB

Strategi Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Distribusi, Inflasi Tetap Terkendali

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka

Selasa, 3 Mar 2026 - 15:55 WIB