Buku Jalan Damai Nasaruddin Umar Diluncurkan, Rektor UIN Angkat Spiritualitas Tanpa Sekat Agama

Senin, 13 Juli 2026 | 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. H. Wan Jamaluddin Z. P.hD

Prof. H. Wan Jamaluddin Z. P.hD

Jakarta, 12 Juli 2026 — Gagasan Indonesia mengenai perdamaian dunia kembali memperoleh ruang di panggung internasional melalui peluncuran buku Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar. Buku tersebut diluncurkan dalam rangkaian Rukun Festival 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 18.00 WIB, di Telkom Landmark Tower, Kuningan Barat, Jakarta.

Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjadi salah satu akademisi yang berkontribusi dalam penulisan buku yang merekam pemikiran, kiprah, dan diplomasi kemanusiaan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu agenda utama Rukun Festival 2026 yang mengusung semangat penguatan kerukunan, dialog lintas agama, dan diplomasi kemanusiaan sebagai kontribusi Indonesia terhadap perdamaian global. Buku ini merupakan karya kolaboratif para rektor, guru besar, akademisi, dan intelektual Indonesia dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin keilmuan.

Para penulis buku tersebut antara lain Masnun Tahir, Maimun, Farid F. Saenong, Muhammad Aras Prabowo, Idi Warsah, Abd. Wahid Arsyad, Mujiburrahman, Rosihon Anwar, Agustinus, Abd. Aziz, Hannani, Abdurrohman Kasdi, Wan Jamaluddin Z., Lukman Hakim, Ismail Fahmi Arrauf Nasution, Ridwan, Nurhayati, Darmawati, Ahmad Rajafi, Asef Umar Fakhruddin, Toto Suharto, Zurqoni, dan Badrut Tamam. Mereka memiliki perhatian yang kuat terhadap isu agama, perdamaian, pendidikan, kemanusiaan, dan kehidupan global.

Dalam tulisannya yang berjudul Spiritualitas Melampaui Sekat Agama, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., Ph.D. menyampaikan sejumlah gagasan penting Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengenai spiritualitas sebagai ruang batin yang mampu menyatukan manusia melampaui perbedaan simbol, identitas, dan formalitas keagamaan.

Menurutnya, spiritualitas tidak dimaksudkan untuk meniadakan agama, melainkan menghidupkan substansinya melalui pengalaman ketuhanan, kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, serta kesadaran mengenai tanggung jawab manusia terhadap alam. Spiritualitas mengajak umat beragama untuk tidak berhenti pada simbol dan ritual, tetapi menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial.

Gagasan tersebut tercermin dalam perjumpaan lintas iman antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal yang menjadi simbol persaudaraan, penghormatan, dan perdamaian antarumat beragama. Perjumpaan itu menunjukkan bahwa kedalaman spiritual mampu mencairkan batas-batas perbedaan tanpa harus menghilangkan identitas dan keyakinan masing-masing.

Baca Juga:  Prodi Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung Raih Akreditasi Unggul

Rektor UIN Raden Intan Lampung juga menguraikan gagasan Trilogi Kerukunan Jilid II yang mencakup kerukunan antarsesama manusia, keharmonisan manusia dengan lingkungan hidup, serta keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Gagasan tersebut menegaskan bahwa keberagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui solidaritas sosial, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Selain itu, Prof. Wan Jamaluddin menyoroti pentingnya Kurikulum Cinta Kemanusiaan sebagai langkah strategis dalam membangun pendidikan agama yang menumbuhkan empati, moderasi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak usia dini.

Melalui gagasan-gagasan tersebut, agama diharapkan tidak berhenti pada ritual dan identitas formal, tetapi diwujudkan dalam solidaritas sosial, keadilan, kepedulian ekologis, dan persaudaraan kemanusiaan. Dengan demikian, perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan Indonesia yang damai, inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Prof. Wan Jamaluddin juga menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu kontribusi strategis Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan perdamaian global. Pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman dapat menjadi modal penting untuk membangun diplomasi agama yang lebih humanis dan berkeadaban.

Sejumlah penulis lain turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya buku tersebut. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, menegaskan bahwa buku ini merupakan ikhtiar akademik untuk menunjukkan bahwa humanisme religius dapat menjadi fondasi bagi peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

Prof. Dr. Idi Warsah menyatakan bahwa diplomasi agama merupakan jalan strategis untuk membangun kepercayaan antarbangsa melalui nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan universal. Sementara itu, Prof. Dr. Mujiburrahman menilai bahwa pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman merupakan modal penting yang layak ditawarkan kepada dunia sebagai model kehidupan yang damai.

Prof. Dr. Rosihon Anwar menekankan bahwa tafsir yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya diplomasi agama yang inklusif dan berkeadaban. Prof. Dr. Agustinus juga menegaskan bahwa dialog lintas iman perlu menjadi bahasa bersama dalam membangun masa depan dunia yang lebih harmonis.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, Mahasiswa KKN UIN RIL Bersama Perangkat Kelurahan Kangkung Gelar Kerja Bakti Bersama

Menurut Prof. Dr. Abdurrohman Kasdi, perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun melalui kolaborasi nilai, bukan semata-mata melalui keseimbangan kekuatan politik. Prof. Dr. Lukman Hakim menambahkan bahwa masjid, kampus, dan ruang publik perlu menjadi pusat lahirnya diplomasi kemanusiaan yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution menyoroti pentingnya literasi keagamaan yang inklusif sebagai benteng dalam menghadapi polarisasi dan ekstremisme di era digital. Prof. Dr. Toto Suharto menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab global.

Prof. Dr. Darmawati turut menegaskan bahwa kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan inti diplomasi agama yang mampu memperkuat persaudaraan kemanusiaan.

Dalam sambutannya di buku tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan bahwa dunia membutuhkan diplomasi hati, diplomasi kemanusiaan, dan diplomasi spiritual yang mampu menyentuh dimensi terdalam kehidupan manusia.

“Perdamaian yang sejati tidak lahir hanya dari kesepakatan formal, tetapi juga dari kesadaran moral bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki martabat dan hak yang sama untuk hidup secara damai,” tegasnya.

Peluncuran buku dalam Rukun Festival 2026 tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan diplomasi agama atau religious diplomacy di tingkat global. Melalui gagasan yang terangkum dalam berbagai tema besar, mulai dari humanisme religius, tafsir sebagai fondasi diplomasi agama, spiritualitas, moderasi beragama, kesetaraan global, humanisme Islam, dialog lintas iman, hingga diplomasi peradaban, buku ini menawarkan paradigma bahwa agama dapat menjadi bahasa universal bagi perdamaian.

Agama tidak hanya berperan dalam membangun hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun kepercayaan antarbangsa, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta menghadirkan perdamaian dunia yang inklusif, bermartabat, dan berkelanjutan.

 


Penulis : Anis


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Berita Terbaru

Bagi-bagi Air di Musim Kemarau [Nr]

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agu 2026 - 23:25 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB