Biaya Program PTSL di Cempaka Barat di Patok Harga Tinggi

Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau pembuatan sertifikat tanah di desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya,kabupaten setempat, timbulkan polemik di tengah masyarakat.

Salah satu warga yang tak ingin disebut namanya mengeluhkan dengan biaya yang dipatok dengan tarif tinggi. Berdasarkan keterangan narasumber, program PTSL itu dipatok dengan tarif Rp700 ribu rupiah.

Sedangkan ditahun sebelumnya, desa tersebut hanya mengenakan biaya senilai Rp300 ribu. Angka itu bisa diterima oleh warga. Namun yang mengejutkan di tahun 2025 ini, Pokmas Desa Cempaka Barat kembali mematok harga tinggi dengan dalih uang tersebut akan dipergunakan untuk biaya administrasi, penerbitan buku SHM, dan biaya operasional lainnya. Termasuk untuk amplop (pemberian) ke sana-sini.

“Malahan sebelumnya itu pernah Rp600 ribu, terus jadi masalah. Karena ada masalah itu Pokmas ngasih tarif Rp300 ribu, warga enggak protes lagi. Lah kok tahun 2025 ini malah naik jadi Rp700 ribu,” ungkap narasumber, Kamis, 12 Juni 2025 kemarin.

Sedangkan, kata dia, penetapan biaya Rp700 ribu itu tanpa bermusyawarah dengan warga. Warga hanya diundang untuk mendengarkan kemauan Pokmas atas biaya-biaya yang diperlukan tanpa mendengarkan usul saran dari warga setempat. Jumlah kuota penerima buku SHM disana mencapai 65 orang.

Baca Juga:  Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

“Enggak ada musyawarah. Yang ada, kami diundang untuk mendengarkan pengumuman biaya PTSL nilainya kalau enggak salah Rp698 ribu,terus dibulatkan jadi Rp700 ribu. Kami sempat protes,” ujarnya.

Bahkan, sambung dia, biaya itu diminta untuk segera dilunasi dan dijanjikan akan diberikan bukti tanda terima (kwitansi) pembayaran. Tetapi warga yang ekonominya dibawah garis kemiskinan akhirnya hanya mampu mencicil separuhnya saat dilakukan pengukuran.

“Karena duitnya enggak cukup, kami petani ini lagi paceklik, mana harga singkong lagi murah, enggak ada upahan cabut singkong, terpaksa bayar nyicil. Tapi anehnya kami enggak dikasih bukti pembayaran, dan hanya dicatat di kertas blangko usulan,” imbuhnya.

“Dengan biaya segitu terus terang kami berat. Kenapa enggak Rp300 ribu saja sama seperti sebelumnya. Kami ini butuh tani, enggak punya uang banyak. Syukur-syukur sekarang masih bisa makan,” timpalnya lagi.

Baca Juga:  Praperadilan 8 Tersangka Korupsi Ditolak, Bidkum Polda Lampung Tegaskan Proses Penyidikan Sesuai Prosedur

Hal senada dikatakan sumber lainnya. Menurutnya, oknum ketua Pokmas Cempaka Barat yang juga operator desa, merupakan adik kandung dari kepala desa. Dengan adanya hubungan kekerabatan itu, warga tak bisa berbuat banyak. Kalaupun ingin mengadu dengan Kades, dinilai akan sia-sia.

“Kami ini rakyat kecil, orang susah, enggak bisa berbuat banyak. Meski kami berat untuk itu, tapi mau gimana lagi, terpaksa harus ikut aturan. Apalagi ketuanya kan adik pak Kades,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Cempaka Barat, Iwan Heryanto ketika dihubungi belum mau memberikan tanggapan, Ia mengaku sedang diperjalanan pulang dari luar kota. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pokmas maupun Pemdes Cempaka Barat.

Diketahui, menurut Peraturan Menteri Permen ATR/Kepala BPN Nomor 6 Tahun 2018, Provinsi Lampung masuk dalam Kategori IV dengan biaya Rp200 ribu rupiah.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara, PTSL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina
Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman
Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif
Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!
Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau
Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar
SDN Nayu Barat 1 di Surakarta Kampanyekan Stop Karhutla
Fitria Khasanah Bawa ‘Garuda Shield’ Kompetisi di Kartika Cyber Hackathon 2026

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah tank Ukraina yang hancur pasca serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:14 WIB


Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Arab-Islam di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:07 WIB