Bertemu Anggota Parlemen Jepang, Sjarifuddin Hasan: Tidak Menutup Kemungkinan Dijalin Kerjasama Di Bidang Militer

Selasa, 11 Juli 2023 | 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Pertemuan antara Wakil Ketua MPR . Sjarifuddin Hasan dan Anggota Parlemen Jepang Fukuda Tatsuo terlihat akrab. Pertemuan yang digelar di Ruang Kerja Pimpinan, Lt.7, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 11 Juli 2023, itu membahas banyak hal guna meningkatkan hubungan Indonesia – Jepang.

Selepas pertemuan, Sjarifuddin Hasan kepada wartawan mengatakan hubungan kedua negara perlu ditingkatkan. Dirinya berharap dalam pertemuan yang digelar sore hari itu bisa semakin meningkatkan hubungan kedua negara dalam berbagai bidang. “Kita harap demikian”, tutur Politisi Partai Demokrat itu.

Baca Juga:  Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Terancam Pidana 10Tahun

Pria asal Sulawesi Selatan itu mendorong banyak orang Indonesia pergi ke Jepang, selain untuk menimba ilmu, studi banding, serta bekerja karena di negeri yang dijuluki matahari terbit itu memiliki banyak kelebihan dan keunggulan terutama dalam segi teknologi.

Tak hanya itu, produk-produk dari Indonesia diharap banyak diekspor ke sana. Semua keinginan itu menurutnya sangat bisa terealisasi karena Indonesia dan Jepang memiliki banyak persamaan, “persamaan dalam segi budaya”, paparnya.

Fukuda Tatsuo menurut Sjarifuddin Hasan mendukung meningkatnya hubungan kedua negara dalam berbagai sektor. Bahkan dalam pertemuan itu juga dibahas kemungkinan dijalinnya kerja sama di bidang militer antara kedua negara. “Tidak menutup kemungkinan kerja sama di bidang itu dilakukan”, ungkap pria yang di DPR berada di Komisi I.

Baca Juga:  Trump Mangkel dengan Zelensky, Washington tunda Kirim Rudal Patriot

Ikut hadir dalam pertemuan itu Fukuda Tatsuo dan Sjarifuddin Hasan, yakni Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, anggota Komisi Rizki Naatakusumah, serta sekretaris dan tenaga ahli dari kedua belah pihak.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB