Catatan: Doel Remos
HILIRISASI di Lampung memang perlu dorongan lebih. Pemprov Lampung telah melakukan beberapa langkah, tapi sepertinya belum maksimal. UMKM kuat yang terbentuk dan bantuan yang diberikan, saya belum dapat data terbaru.
Pisang dan kelapa yang masih banyak di ekspor ke Jawa menunjukkan potensi besar yang belum tergarap. Mungkin perlu strategi pemasaran dan pengolahan yang lebih baik.
Potensi lain yang bisa jadi cuan soal sampah. Selain nyangkut tenaga kerja, keuntungan ekonomis lainnya adalah energi, pupuk dan juga barang olahan lainnya.
Pengelolaan sampah di Lampung memang masih menjadi tantangan. Terlalu lama dalam tahap perencanaan dan kurangnya eksekusi membuat masalah semakin menumpuk.
Pemerintah perlu lebih proaktif dan terstruktur dalam mengelola sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan. Campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan infrastruktur dan edukasi masyarakat.
Lain lagi olahan hasil pertanian. Pengolahan hasil pertanian tidak terlepas dan manajemen pengelolaan air. Sampai mana pengelolaan air di Lampung sudah baik?.
Pengelolaan air dan pertanian juga perlu ditingkatkan, seperti pemanfaatan teknologi untuk irigasi dan pengelolaan sumber daya air. Ini semua butuh keseriusan dan kepekaan semua pihak. Gak lepas dari kebijakan Gubernur, Walikota dan Bupati se Lampung. Masih berfikir Rente-cari untung jangka pendek. Berhentilah, mari berfikir untuk Lampung lebih baik di 2045. Tabikpuun.
Penulis : Doel Remos
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Doel Remos dan Din Bacut















