Anies Sebut Pemilu Momen Tepat Melunasi Janji Kemerdekaan

Jumat, 18 Agustus 2023 | 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Bacapres Anies Baswedan melaksanakan upacara HUT RI ke 78 bersama warga RW 04 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Kamis pagi (17/8). Anies yang mengenakan lurik Jogja datang ke lokasi upacara di belakang rumahnya bersama sang istri Ferry Farhati.

Tak hanya Anies, beberapa peserta upacara lainnya juga mengenakan pakaian adat berbagai daerah di Nusantara. Bacapres yang diusung NasDem, PKS, dan Demokrat itu terlihat berbaur dan berada di dalam barisan peserta upacara bersama warga lainnya.

Baca Juga:  Mukhlis Basri Sesalkan Kecelakaan Akibat Asap Tebal di Tol Bakter

Sebagai pembina Karang Taruna di tempat dia tinggal, Anies juga diminta memberi sambutan saat upacara. Dalam sambutannya dia berterima kasih kepada ratusan warga RW 04 yang meluangkan waktu menghadiri upacara. “Mari kita pekikkan salam kemerdekaan dan salam kebangsaan,” kata Anies.

Menurut Anies, upacara HUT RI seperti ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kemakmuran dan kesejahteraan. Para pendiri bangsa memproklamirkan kemerdekaan sembari mengungkapkan janji yang harus ditunaikan oleh generasi setelahnya.

“Janjinya apa saja? Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kejesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Nah, janji kemerdekaan itulah yang harus kita tunaikan karena semua janji itu belum terlunasi saat ini,” tegas Anies.

Baca Juga:  Iran Terima Surat "Damai" dari Wapres AS

Gubernur DKI periode 2017-2022 itu menyebut pemilu merupakan momen yang tepat untuk melunasi janji kemerdekaan tersebut. Pemimpin yang terpilih dari pemilu harus figur yang mampu. “Beberapa bulan lagi dilaksanakan pemilu. Insya Allah kita akan menentukan arah bangsa untuk membawa kita melunasi janji kemerdekaan tersebut,” tandas Anies.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB