Airlangga Hadiri Kemeriahan Acara Puncak Saparan Apem Yaa Qowiyyu

Jumat, 16 September 2022 | 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

KLATEN – Kabupaten Klaten memiliki keberagaman tradisi dan budaya yang sarat dengan kearifan lokal, Bangsa Indonesia telah dikenal sebagai bangsa yang sangat menghormati dan merawat nilai-nilai luhur warisan para pendahulu.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pagelaran setiap peristiwa budaya juga selalu diikuti dengan keterlibatan dan antusiasme dari seluruh masyarakat. Kemeriahan juga diperlihatkan dalam prosesi acara puncak Saparan Apem Yaa Qowiyyu di Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Setelah dua tahun digelar secara sederhana akibat kasus pandemi, Saparan Apem Yaa
Qowiyyu pada tahun ini kembali dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat yang ikut
memeriahkan kegiatan yang telah diawali sebelumnya dengan Kirab Budaya Gunungan
Apem dan Haul Kyahi Ageng Gribig,

Menurutnya Saparan Apem Yaa Qowiyyu sendiri merupakan inovasi
strategi dakwah yang dilakukan Kyahi Ageng Gribig dengan membagikan apem kepada
masyarakat yang dimulai sejak 403 tahun yang lalu.

“Sudah dua tahun dilaksanakan secara sederhana, Alhamdulillah Covid-19 dapat ditangani
dengan baik sehingga kemarin acara ini sudah diawali oleh Haul Kyahi Ageng Gribig,”
ungkap Airlangga yang berkesempatan menghadiri acara puncak Saparan Apem Yaa Qowiyyu serta membagikan apem pertama
kepada masyarakat, Jumat (16/9).

Baca Juga:  Elfianah Benahi Infrastruktur Jalan, Petani Padi di Mesuji Sumringah

Kehadiran Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk
dukungan dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya, namun juga sebagai bentuk
penghormatan dan upaya merawat peninggalan leluhur dimana Menko Airlangga sendiri
masih merupakan keturunan langsung dari Kyahi Ageng Gribig.

“Pembagian apem tersebut menjadi simbol fisik dari andum atau berbagi ampunan kepada sesama manusia yang merupakan ajaran dalam dakwah budaya yang disebarkan oleh Kyahi Ageng Gribig,”katanya.

Tradisi andum pada awalnya mulai dilakukan Kyahi Ageng Gribig guna
memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat dalam mengamalkan kebajikan
berupa sedekah kepada sesama sehingga dapat mendorong terciptanya masyarakat yang
damai dan saling peduli.

Baca Juga:  Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

“Hingga kini, budaya sedekah tersebut tetap dijalankan masyarakat dan terlihat melalui
pembagian sekitar hampir 5 ton apem yang merupakan hasil sumbangsih masyarakat dari
berbagai wilayah untuk memeriahkan kegiatan Saparan Apem Yaa Qowiyyu tersebut,” jelas Ketum Golkar.

Selain menjadi wujud dalam melestarikan budaya leluhur, kegiatan Saparan Apem Yaa
Qowiyyu juga telah mampu mendorong bergeraknya kembali perekonomian masyarakat
lokal di Jatinom. Hal tersebut diantaranya terlihat dari tingginya lonjakan permintaan apem dan berbagai penganan lokal yang dijajakan, termasuk permintaan dari para wisatawan yang ikut hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saparan Apem Yaa Qowiyyu adalah inovasi pada jamannya Kyahi Ageng Gribig untuk
melakukan dakwah secara damai, dan saat ini berdampak juga pada geliat ekonomi
masyarakat yang bergerak,” ungkap Menko Airlangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Klaten, Wakil Bupati Klaten, serta sejumlah ulama. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying
Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global
Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah
Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:27 WIB

Jasper Lance: ‘Ageman’ Membedah Luka Psikologis Intoleransi dan Bullying

Selasa, 29 September 2026 - 22:10 WIB

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 September 2026 - 22:07 WIB

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar upacara penyambutan bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Beijing

Baiknya Hubungan Tiongkok-AS Bagus Buat Perdagangan Global

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:10 WIB

Berita TNI

Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:07 WIB

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB